PPKM Diperpanjang, Ini Syarat Perjalanan Dalam Negeri Terbaru

rnPengendara melintas di jalur penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Jakarta, Minggu (1/8/2021). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim kondisi penyebaran virus corona di Ibu Kota mulai melandai. Hal ini tak lepas dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang akan berakhir pada Senin (2/8/2021). ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga\\r\\n
11 Agustus 2021 09:27 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 merilis Surat Edaran No. 17/2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-4.

Regulasi ini diterbitkan bersama SE No. 18/2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19.Dengan berlakunya kedua SE baru tersebut, maka SE No. 16/2021 dan SE No. 8/2021 yang sebelumnya mengatur hal yang sama dinyatakan tidak berlaku.

BACA JUGA : PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Respons Sultan

Berdasarkan keterangan resmi Satgas Penanganan Covid-19, SE Satgas No. 17/2021 disusun sesuai dengan Instruksi Mendagri No. 30/2021.

Regulasi baru itu antara lain menyatakan bahwa mobilitas di wilayah Jawa - Bali level kabupaten/ kota dengan tujuan dan keberangkatan masih dalam wilayah Jawa-Bali diatur tanpa melihat levelling atau sudah seragam untuk seluruh daeran.

Untuk kedatangan dari Luar Jawa Bali/ Keberangkatan dari Jawa Bali ke Luar Jawa Bali sesuai InMendagri No. 30/2021 membutuhkan syarat adanya kartu vaksin minimum dosis 1.

"Untuk pelaku perjalanan udara harus melakukan tes RT-PCR 2x24 jam dan moda lainnya tes RT-PCR 2x24 jam atau Antigen 1x24 jam," demikian keterangan resminya, Selasa (10/8/2021).

Sementara untuk perjalanan antarkota/kabupaten dalam Jawa-Bali, persyaratannya adalah orang yang sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap yang dibuktikan dengan kartu vaksin, sedangkan untuk perjalanan udara hanya perlu tes antigen 1x24 jam.

"Sementara penerima vaksin dosis pertama, untuk perjalanan lewat udara wajib melakukan RT-PCR 2x24 jam. Untuk moda transportasi lainnya, pelaku perjalanan wajib menunjukkan kartu vaksin atau sudah divaksin minimum dosis satu dan tes RT-PCR 2x24 jam atau Antigen 1x24 jam."

Untuk perjalanan level kabupaten/kota tujuan dan keberangkatan di wilayah non-Jawa dan Bali dibuat berdasar InMendagri No. 31 dan 32 Tahun 2021 serta diatur dengan melihat level daerah tujuan dan keberangkatan.

BACA JUGA : Perpanjangan PPKM Level 4, Kota Jogja Fokus Penyekatan

"Mobilitas ke wilayah Kabupaten/Kota Tujuan dan Keberangkatan di Wilayah Non Jawa Bali : Untuk semua level (1,2,3, dan 4) wajib menunjukkan kartu vaksin minimum dosis pertama. Untuk perjalanan udara wajib melakukan tes RT-PCR 2x24 jam untuk semua level. Dan moda transportasi lainnya wajib menunjukkan hasil tes RT-PCR 2x24 jam atau tes Antigen 1x24 jam."

Adapun, pelaku perjalanan orang dengan usia di bawah 12 tahun masih dibatasi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito menjelaskan kebijakan baru tersebut efektif berlaku mulai tanggal 11 Agustus 2021 hingga waktu yang ditentukan kemudian. Menurutnya, kebijakan itu akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan terakhir di lapangan atau hasil evaluasi dari kementerian/lembaga terkait.

“Surat edaran ini selaras dengan dengan ketentuan tentang perpanjangan PPKM yang mulai berlaku hari ini. Para pelaku perjalanan mesti diatur agar mobilitas yang terjadi tidak menjadi sumber penularan baru Covid-19," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/8/2021).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia