Olimpiade Tokyo Resmi Ditutup

Jembatan Pelangi dan Menara Tokyo bercahaya dengan warna Olimpiade untuk memperingati hitung mundur 100 hari menuju Olimpiade Tokyo 2020 yang telah ditunda ke tahun 2021 akibat penyebaran Covid-19 di Tokyo, Jepang, Rabu (14/4/2021). - Antara/Reuters\\r\\n
09 Agustus 2021 09:47 WIB Hadijah Alaydrus News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Olimpiade Tokyo resmi ditutup setelah merampungkan 16 hari pertandingan, Minggu malam (8/8/2021).

Dari perjalanan Olimpiade Tokyo, berikut ini rangkuman angka-angka yang menjadi sejarah dalam perhelatan olah raga terbesar di dunia, dilansir dariĀ Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com:

1. 17 Rekor Dunia

Terganggunya latihan akibat pandemi tidak menyurutkan intensitas kompetisi, buktinya 17 rekor dunia lintas cabang olahraga dapat dipecahkan. Dalam cabang olah raga dayung, lima pemain terbaik dunia baru dicatat.

Sementara itu, tiga rekor dunia jatuh dalam atletik dengan Karsten Warholm dari Norwegia di lari gawang 400m putra, Sydney McLaughlin dari Amerika di nomor putri dan Yulimar Rojas dari Venezuela di lompat tiga kali putri.

Tiga lagi jatuh di velodrome, sementara enam rekor dunia datang di cabang renang. Menembak dan panjat dinding oleh debutan Olimpiade mencatat masing-masing satu rekor.

Atlet angkat besi asal Georgia, Lasha Talakhadze, meraih tiga rekor dunia dalam satu nomor, memecahkan rekor untuk angkatan 109kg, clean & jerk, dan angkat besi putra.

2. Nol Penonton

Pertandingan diadakan tanpa penonton yang hadir untuk berjaga-jaga terhadap infeksi Covid-19, dengan pelatih, anggota tim, dan official menyemangati para atlet di tempat yang hampir kosong. Itu bisa berarti pukulan finansial besar bagi kota tuan rumah Tokyo, yang ingin menutup sebagian biaya penyelenggaraan pertandingan dari penjualan tiket.

Penyelenggara berharap untuk mengisi 50 persen kursi hingga maksimum 10.000 penonton domestik di setiap lokasi, tetapi menyetujui larangan total setelah Tokyo mengumumkan keadaan darurat keempat karena meningkatnya jumlah kasus Covid-19.

Itu telah merugikan sektor hotel dan restoran kota, dan dapat mengakibatkan pukulan finansial sebanyak 151 miliar yen (US$1,4 miliar), menurut Nomura Research Institute, dikutip dari Channel News Asia.

3. 11.000 Atlet

Sekitar 11.000 atlet telah berkompetisi di Olimpiade Tokyo di 42 tempat di seluruh Jepang termasuk pulau utara Hokkaido yang dipilih untuk menjadi tuan rumah acara final, maraton, karena suhu musim panas yang lebih sejuk.

Atlet berkompetisi dalam 339 medali, mewakili 205 komite Olimpiade nasional, dengan satu tim terdiri dari pengungsi. Olimpiade ini menjadi acara dengan kesetaraan gender yang paling baik yang pernah ada, dengan hanya di bawah setengah dari semua atlet yang bersaing di cabang olah raga untuk wanita, menurut IOC.

4. 6 Bulan Lagi

Setelah Tokyo 2020, Olimpiade Musim Dingin 2022 akan diadakan di Beijing dari 4 hingga 20 Februari tahun depan, menjadikannya kota pertama yang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin dan Musim Panas.

Sementara itu, Paris akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas berikutnya dalam tiga tahun, mulai 27 Juli 2024, dengan janji untuk sepenuhnya menyelaraskannya dengan Perjanjian Iklim Paris dengan tidk hanya menggunakan energi terbarukan, tetapi juga kebijakan tanpa limbah.

Sumber : bisnis.com