Resmi! Standar B50 Berlaku Juli 2026, Ini Aturan Lengkapnya
Pemerintah tetapkan standar baru biodiesel B50 mulai Juli 2026. Simak aturan, syarat, dan sanksinya..
Jantung/Boldsky
Harianjogja.com, JAKARTA – Beberapa penelitian menyebut bahwa orang yang bekerja berjam-jam memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.
Dalam 16 bulan terakhir pandemi, orang-orang yang telah bekerja dari rumah telah menghabiskan lebih banyak waktu daripada jika mereka berada di gedung kantor.
Dokter Narayan Gadkar, konsultan ahli jantung dari Zen Multispecialty Hospital mengatakan bahwa jam kerja yang panjang tanpa henti dapat memberi tekanan pada jantung seseorang yang menyebabkan serangan jantung.
“Anda akan terkejut mengetahui bahwa bekerja setidaknya 55 jam per minggu dikaitkan dengan risiko penyakit jantung iskemik dan stroke yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang-orang yang bekerja selama sekitar 40 jam seminggu. Bekerja berjam-jam dapat meningkatkan mortalitas dan morbiditas akibat penyakit jantung iskemik dan stroke melalui stres psikososial,” ucap Narayan, dilansir dari Times of India, Kamis (5/8/2021).
Namun, semua dokter tidak merasakan hal yang sama. Dokter Tilak Suvarna, ahli jantung intervensi senior, Asian Heart Institute mengatakan tidak tepat jika jam kerja yang panjang karena bekerja dari rumah dapat menyebabkan penyakit jantung, karena ada beberapa faktor lain yang lebih memungkinkan seseorang terkena penyakit jantung.
“Ada beberapa faktor lain seperti tekanan mental terkait pengangguran, ketakutan terkait infeksi Covid-19, berkurangnya aktivitas fisik akibat lockdown yang dapat meningkatkan risiko jangka panjang penyakit jantung selama pandemi.” Ucap Dr Tilak.
Berikut tips yang dapat Anda lakukan demi menjaga kesehatan jantung selama pandemi Covid-19:
1. Jangan abaikan check-up
Saat ini, tetap berhubungan dengan dokter Anda melalui konsultasi video atau panggilan atau bahkan whatsapp sangat diperlukan karena pemeriksaan rutin kesehatan Anda sangat penting. Manfaatkan teknologi untuk menghindari penundaan jika Anda memiliki masalah kesehatan.
2. Kelola kadar kolesterol
Jangan makan makanan olahan atau gorengan yang dapat menyebabkan kadar kolesterol abnormal. Kolesterol merupakan salah satu penyebab potensial penyakit jantung. Oleh karena itu, ini adalah waktu yang tepat untuk memeriksa kadar kolesterol Anda.
3. Fokus dengan jadwal rutinitas
Anda harus mengikuti rutinitas yang telah ada, setiap hari. Siapkan waktu untuk latihan olah tubuh, tetap stabil menjaga pola makan. Pertahankan rutinitas tidur yang baik tujuh hingga delapan jam sehari dan cobalah untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri.
4. Tetap aktif secara fisik
Ini sangat penting! Hanya berjalan selama 40 menit setiap hari telah terbukti meningkatkan kesehatan jantung. Coba untuk berenang, berlari atau bersepeda karena bagus untuk jantung Anda. Jika Anda sudah menjadi pasien jantung maka jangan berlebihan saat berolahraga. Tetaplah bergerak di rumah sesuai dengan anjuran dokter, mungkin berjalan kaki atau bahkan melakukan aerobik untuk meningkatkan sirkulasi darah.
5. Pilih makanan dengan kandungan seimbang
Pilih makanan yang meningkatkan kekebalan tubuh Anda yang mencakup semua nutrisi penting dan mineral. Makanlah dengan banyak sayuran hijau dan buah-buahan, untuk non-vegetarian seminggu sekali ayam dan ikan baik-baik saja.
Hindari makan makanan pedas, berminyak, kalengan, asin, dan manis yang memiliki pemanis buatan dan banyak garam. Hilangkan minuman berkarbonasi dari diet. Kurangi konsumsi alkohol dan berhenti merokok atau menggunakan tembakau dalam bentuk apa pun, karena hal itu dapat merusak jantung Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pemerintah tetapkan standar baru biodiesel B50 mulai Juli 2026. Simak aturan, syarat, dan sanksinya..
Polda Lampung gagalkan peredaran 5 kg sabu dan ekstasi di Bakauheni. Empat tersangka diamankan, termasuk oknum aparat.
Pascal Wehrlein menang di Formula E Shanghai 2026. Kemenangan ke-10 musim ini, kukuhkan dominasi dan peluang juara dunia.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari, satu selamat di kereta, satu meninggal di selokan. Polisi lakukan penyelidikan.
Pemerintah susun Perpres perlindungan nakes usai kasus dr Icha, soroti intimidasi dan lemahnya sistem keamanan.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.