Rupiah Menguat ke Rp17.865, Sentimen Damai AS-Iran Jadi Kunci
Rupiah menguat ke Rp17.865 per dolar AS didorong sentimen damai AS-Iran dan stabilitas domestik jelang rapat BI.
Penumpang berada di dalam Kereta Api (KA) Bandara di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Rabu (8/5/2019). Saat ini KAI menyediakan KA Yogyakarta International Airport (YIA) dengan Rute Stasiun Maguwo - Wojo PP dengan pemberhentian di empat stasiun yaitu Maguwo, Yogyakarta, Wates, dan Wojomo sebagai salah satu pendukung beroperasinya bandara YIA. /Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah melakukan uji coba lintasan kereta api (KA) Bandara Internasional Yogyakarta–Kulon Progo (YIA) dengan jalur Stasiun Kedundang–Stasiun YIA sebagai pengecekan jalur lanjutan dengan lokomotif yang telah dilaksanakan juga sebelumnya pada 19 Juli 2021.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I Faik Fahmi menyampaikan untuk mendukung keberadaan KA Bandara, pihaknya telah membangun peron Stasiun KA Bandara seluas 4.000 meter persegi dengan kapasitas 200 orang. Proses pengerjaan peron, sebutnya, telah mencapai 96 persen.
KAI menargetkan penyelesaian stasiun kereta api bandara secara keseluruhan pada 14 Agustus 2021 dan pengoperasian KA Bandara yang rencananya mulai 17 Agustus 2021. Stasiun YIA nantinya akan terhubung dengan Stasiun Tugu Yogyakarta untuk mengakomodir penumpang pesawat yang menggunakan angkutan kereta api.
"Alhamdulillah uji coba lintasan Kereta Api Bandara YIA oleh KAI hari ini berjalan lancar. Sehingga pengoperasian KA Bandara YIA dapat dilakukan oleh KAI pada 17 Agustus mendatang," ujarnya melalui siaran pers, Kamis (5/8/2021).
Dia optimistis kehadiran kereta api bandara ini akan meningkatkan aksesibilitas YIA, sehingga calon penumpang memiliki alternatif moda transportasi dengan jarak tempuh yang lebih cepat, lebih kurang 36 menit dari kota Yogyakarta. Nantinya, calon penumpang dapat lebih mudah untuk melakukan perjalanan dari dan ke YIA.
Faik juga yakin dengan beroperasinya kereta api bandara, YIA bisa menjadi bandara dengan konektivitas dan moda transportasi pendukung yang lengkap dan terintegrasi (kereta api bandara, shuttle bus, bus DAMRI, taksi, dan angkutan darat lainnya). YIA juga dapat menjadi bandara yang mampu mengakomodir kebutuhan transportasi dengan konektivitas yang tidak hanya mencakup wilayah Yogyakarta tetapi juga sampai ke ujung batas wilayah Jawa Tengah (Cilacap, Purwokerto, Kebumen dan Banjarnegara).
Operator bandara pelat merah tersebut juga berharap KA ini dapat memberikan kemudahan kepada pengguna jasa bandara, setidaknya ada alternatif jarak tempuh, waktu, dan jenis moda transportasi.
“Dengan masa pandemi yang masih berlangsung. Kami tetap menghimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga kita semua dapat tetap saling jaga, karena pandemi masih ada,” tekannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Donald Trump yakin konflik AS-Iran segera berakhir setelah pemilu sela AS pada November, saat Partai Republik terancam kehilangan kendali DPR.
Putus kuliah karena kendala biaya, Muhammad Audi kini menatap masa depan lewat usaha Kopi Roro dari Danais DIY 2026.
Dinsos DIY menyebut pemutakhiran DTSEN dilakukan terus-menerus karena perubahan kondisi warga dapat membuat pemeringkatan desil tidak relevan.
Banjir Nagoya sempat mengganggu latihan tim basket Indonesia. Taufik Hidayat memastikan NOC dan CdM mencari solusi.
Jelajah Edukasi Dasar ke-3 di Sleman membahas pendidikan yang memanusiakan, inovasi pembelajaran, perlindungan murid, dan masa depan pendidikan.