Advertisement
Ratusan Paket Makanan Dibagikan di Pos Penyekatan
Aksi sosial pembagian makanan di pos PPKM Darurat Simpang Tiga UIN Sunan Kalijaga. - Ist.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kondisi pandemi Covid-19 memunculkan aksi sosial dari berbagai kalangan masyarakat termasuk pelaku usaha. Sedikitnya 200 paket makanan dibagikan di tujuh pos penyekatan di wilayah Sleman. Pembagian makanan siap saji yang dilakukan oleh kelompok usaha Bento Group ini menyasar kalangan petugas yang stand by di lokasi pos penyekatan.
Petugas di lapangan yang tergabung di Satgas Covid-19 memiliki peran penting dalam mengurangi mobilitas masyarakat selama pemberlakuan PPKM. Tugas mereka termasuk berat karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Humas Bento Group Indonesia Aan Hidayat menilia para petugas tersebut memiliki dedikasi yang tinggi dan sudah selayaknya mendapatkan apresiasi. Oleh karena itu, pembagian logistik makanan menyasar di pos-pos penyekatan. Adapun pembagian tersebut dilakukan pada Sabtu (31/7/2021) malam.
Advertisement
BACA JUGA : Pos Penyekatan di Jogja Temukan Banyak Kendaraan Nopol
“Peran petugas di lapangan ini sangat penting, karena mereka inilah mobilisasi masyarakat demi mencegah penularan Covid-19 bisa ditekan. Kita semua berharap pandemi ini segera berakhir dan PPKM yang sudah diterapkan ini bisa menekan angka Covid-19,” katanya.
Ia menambahkan tujuh titik penyekatan yang disasar untuk pembagian 200 paket makanan tersebut antara lain, Pos Jalan Kaliurang, Pos Simpang Empat Gejayan, Pos UGM, Pos Simpang Tiga UIN Sunan Kalijaga. Kemudian Pos Prambanan, Pos Simpang Tiga Janti dan Pos Simpang Empat UPN. Logistik ini diberikan kepada para petugas baik Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan serta personel dari instansi lainnya yang berada di pos penyekatan.
Menurutnya aksi sosial itu dilakukan sebagai komitmennya untuk berbagi. Ia menilai, saat ini ada tiga kelompok yang saat ini harus mendapat perhatian khusus terkait dengan pandemi, mulai dari masyarakat terdampak, tenaga kesehatan dan aparat keamanan. Bantuan masyarakat telah lakukannya pada Senin (26/7/2021) lalu dengan memberikan kopi gratis bagi masyarakat yang telah menjalani vaksinasi.
“Untuk tenaga kesehatan telah kami lakukan di Asrama Haji dengan memberikan bingkisan. Kami berharap bisa menginspirasi kelompok masyarakat maupun perusahaan lainnya untuk bergotong royong saling membantu dalam mengatasi pandemi,” katanya.
BACA JUGA : Penyekatan Jalan di DIY Masih Diberlakukan
Salah satu petugas di Titik Pos Kentungan, Sleman Aiptu Singgih menilai saat ini kesadaran masyarakat mulai tumbuh, sehingga banyak yang menaati aturan terkait penyekatan. Kebijakan PPKM tersebut semata-semata untuk melindungi masyarakat agar penularan Covid-19 bisa ditekan.
“Biasanya kami sistem buka tutup, ketika ada perintah membuka, kami akan buka. Tetapi masyarakat menaati semua, mereka menyadari bahwa kebijakan itu dilakukan untuk kebaikan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Trump Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Israel Waspada
- Trump Klaim 95 Persen Rencana Damai Rusia-Ukraina Telah Disepakati
- 46.207 Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api Hari Ini
- Ratusan Warga Terdampak Banjir Bandang Kalimantan Selatan
Advertisement
Advertisement
Musim Liburan, Wisata Jip Merapi Diserbu hingga 20 Ribu Orang
Advertisement
Berita Populer
- Malam Tahun Baru 2026, Arus Lalu Lintas Jogja Direkayasa
- PLN: Ada Potensi 280 Juta Ton Limbah Kayu & Hutan Pengganti Batu Bara
- Rumah Ditinggal Liburan Tahun Baru, Warga Diminta Waspada Kejahatan
- 15 Menu Makanan Bakar Favorit untuk Malam Tahun Baru 2026
- Tak Kuat Nanjak, Truk Pakan Ayam Ndlondor di Karanganyar Masuk Sungai
- BRI Hadirkan Program Healing untuk Anak Terdampak Banjir di Sumatra
- Pilihan Lokasi Menyambut Tahun Baru 2026 di DIY, Tanpa Kembang Api
Advertisement
Advertisement




