Advertisement
Mahfud MD Beberkan Cara Menangkal Covid-19
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukkam) Mahfud MD memberi sambutan pada pembukaan Kongres ke-XXXII HMI di Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (1/3/2020). Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD berharap kepada Kongres ke XXXII HMI dengan agenda pemilihan Ketua Umum PB HMI harus bersatu demi terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur. ANTARA FOTO - Jojon
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta masyarakat untuk tenang dan tetap berikhtiar dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Melalui akun Twitter, Mahfud menjabarkan sebuah hadis Nabi Muhammad Saw 'Likulli da'in dawa'un' yang berarti setiap penyakit memiliki obat.
Advertisement
"Seperti penyakit-penyakit lain Covid-19 ada penangkal dan obatnya: [yaitu] ikuti program vaksinasi, lakukan prokes, sering cuci tangan bersabun, pakai masker, jaga jarak," kata Mahfud, Kamis (29/7/2021).
Selain itu, Mahfud juga mengutip ucapan pakar kesehatan Islam Ibnu Sina atau Avicenna. Dia menyabut bahwa tenang adalah separuh obat kesembuhan, sedangkan panik merupakan separuh dari penyakit.
Secara terpisah, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan menggalakan tracing, testing, dan treatment (3T) secara lebih masif.
"Saya sampaikan kepada seluruh K/L terkait bahwa kita harus menggalakkan 3T (testing, tracing, dan treatment) hingga minimal ke delapan orang yang memiliki kontak erat dengan penderita Covid-19," tulis Luhut melalui akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan, Kamis (29/7/2021).
Sementara terkait mekanisme pelaksanaannya, Luhut mengatakan bahwa akan dilakukan secara kombinasi yaitu secara digital dan lapangan yang terintegrasi dalam sebuah sistem terpadu.
Dengan penambahan kapasitas testing dan tracing ini, sambungnya, diperkirakan akan terjadi lonjakan jumlah kasus harian positif.
Pemerintah hingga kini terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Langkah ini dilakukan demi mengejar kekebalan komunal di kalangan masyarakat. Presiden Jokowi bahkan menargetkan 2 juta vaksin per hari pada Agustus 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Pemkot Jogja Resmi Larang Bus Pariwisata Parkir di TKP Senopati
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Mudik Gratis CFG Berangkatkan 225 Pemudik dari Jakarta
- KPK Tahan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Terkait Kasus Pemerasan THR
- KONI DIY Gandeng RS Hermina Perkuat Layanan Kesehatan Atlet
- Kemlu RI Beri Bantuan Hukum 19 Nelayan Aceh Ditahan di Thailand
- Masalah THR Lebaran di Bantul Muncul, 1 Kasus Naik ke DIY
Advertisement
Advertisement








