Begini Cara Ubah Perilaku Masyarakat Agar Taat Prokes

Pelanggar Prokes dijatuhi sanksi menyapu jalan. - beritajakarta.id
28 Juli 2021 08:47 WIB Dewi Andriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Berbagai tantangan hingga kini masih dihadapi pemerintah pusat dan daerah, dalam mengedukasi masyarakat dan mencegah penyebaran wabah Covid-19, terutama pada kelompok masyarakat yang kehidupan dan pekerjaannya tidak memungkinkan untuk bekerja dari rumah.

Kelompok rentan ini dinilai paling sulit melaksanakan perilaku kebersihan, karena terbatasnya akses air bersih, sabun, dan fasilitas sanitasi, serta rendahnya kesadaran atau informasi tentang perilaku yang aman.

BACA JUGA : Jalani Isoman, Wawali Heroe Poerwadi Ingatkan Warga untuk

Selain itu, kelompok tersebut juga sangat bergantung pada pasar tradisional, penggunaan sarana transportasi umum, puskesmas, serta kemungkinan anak-anaknya akan masuk kembali ke sekolah untuk pembelajaran tatap muka.

Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri, Edy Suharmanto mendorong pemerintah daerah, kelompok masyarakat, seperti tokoh agama hingga pemuda, untuk terus memberikan sosialisasi mengenai pencegahan Covid-19.

 “Pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran yang bisa digunakan oleh pemerintah daerah, terkait pengadaan masker bagi masyarakat atau pun menunjang kegiatan pencegahan Covid-19,” tegasnya.

Untuk mendukung pemerintah menghadapi pandemi Covid-19, SNV Indonesia mendesain program perubahan perilaku yang bertujuan untuk mengubah perilaku 3M serta pembersihan permukaan dan disinfeksi.

BACA JUGA : Ribuan Tempat Usaha DIY Langgar Prokes, Warung Makan 

Program yang diberi nama Hygiene and Behaviour Change Coalition (HBCC) ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Kerajaan Inggris dan Unilever.

HBCC Programme Manager, Saniya Niska menjelaskan terdapat tiga pendekatan program HBCC, yaitu peningkatan kesadaran publik melalui media massa, kampanye perubahan perilaku di tingkat kabupaten/kota, serta perubahan perilaku dengan media digital.

Adapun target sasaran utamanya adalah murid sekolah, petugas kebersihan, kelompok disabilitas dan pengguna fasilitas kesehatan dan fasilitas umum.

Dia mengklaim selama 11 bulan pelaksanaan Program HBCC di 8 kabupaten dan 2 kota (Cimahi, Gunung Kidul, Surakarta, Bantul, Probolinggo, Kebumen, Sleman, Gresik, Lombok Timur dan Lombok Tengah) telah terlihat praktik baik perubahan perilaku kebersihan dalam rangka mengurangi penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dispendik Kabupaten Gresik, Nur Maslichah mengatakan program HBCC telah membuat pihaknya berhasil meningkatkan pengetahuan mengenai 3M kepada lebih dari 200 guru sekolah dasar dan 5.000 siswa.

“Melalui program HBCC, saya merasa mendapat nutrisi sendiri. Merasa bersemangat dalam mengkampanyekan 3M. Kami sampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi-misi Kabupaten Gresik, yang menginginkan masyarakat maju dan sejahtera,” ujar Nur Maslichah.

Direktur SNV Indonesia, Ismène Stalpers berharap upaya bersama mengatasi Covid-19 tidak berhenti pada HBCC. Pemerintah daerah dapat mengadopsi, mereplikasi dan mempertahankan pendekatan yang efektif di sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, dan terminal bus menggunakan sumber daya lokal.

Head of Sustainable Living Beauty & Personal Care and Home Care Unilever Indonesia Foundation, Ratu Mirah Afifah, turut mengapresiasi implementasi HBCC di 10 kabupaten/kota dan berharap hasil-hasil pembelajaran dan praktik baik dapat dilanjutkan agar pembiasaan hidup bersih dan sehat menjadi karakter.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia