WHO Minta Semua Negara Cari Asal Usul Virus Corona

Logo World Health Organization (WHO) - www.who.int
25 Juli 2021 03:37 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyerukan semua negara untuk membantu mencari tahu asal-usul Covid-19. Menurut mereka, semua negara memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama mengungkap asal usul Covid-19.

Pernyataan dilontarkan sehari setelah China dengan tegas menolak penelitian lebih lanjut tentang bagaimana pandemi dimulai.

Juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan: “Ini bukan tentang politik, ini bukan tentang permainan menyalahkan. Pada dasarnya ini adalah persyaratan yang kita semua harus coba pahami bagaimana patogen masuk ke populasi manusia. Dalam hal ini, negara-negara benar-benar memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama dan bekerja dengan WHO dalam semangat kemitraan.” ujarnya dilansir dari SCMP.

Badan kesehatan dunia mempresentasikan rencananya untuk penelitian asal fase kedua kepada negara-negara anggotanya minggu lalu, merekomendasikan “audit laboratorium dan lembaga penelitian terkait yang beroperasi di bidang kasus manusia awal yang diidentifikasi pada Desember 2019”.

Usulan tersebut menjadi acuan untuk eksplorasi lebih lanjut terhadap teori penyebaran virus menyusul kebocoran dari sebuah fasilitas di Wuhan, kota di China tengah tempat virus tersebut pertama kali terdeteksi. Tahap pertama selesai awal tahun ini dan melibatkan perjalanan ke Wuhan.

Selain memasukkan audit laboratorium, proposal WHO menyerukan penelitian lebih lanjut ke pasar hewan di Wuhan, serta studi lebih lanjut di wilayah geografis dengan tanda-tanda awal peredaran virus, dan penelitian tentang cara-cara hewan dapat berperan dalam tumpahan virus.

Baca juga: Stok Obat Covid-19 Kosong Saat Jokowi Blusukan, Ini Respons Wakil Ketua DPR

Direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta China untuk bekerja sama.

“Kami berharap China mendukung fase berikutnya dari proses ilmiah ini dengan membagikan semua data yang relevan dalam semangat transparansi. Demikian pula, kami berharap semua negara anggota mendukung proses ilmiah dengan menahan diri untuk tidak mempolitisasinya, ”katanya.

Tetapi wakil menteri kesehatan ChinaZeng Yixin mengatakan pada hari Kamis bahwa “tidak mungkin” Tiongkok dapat menerima proposal tersebut.

“Studi pelacakan asal fase 2 ini tidak menghormati akal sehat dan bertentangan dengan sains dalam beberapa aspek,” kata Zeng, yang menambahkan bahwa dia “sangat terkejut” melihat dimasukkannya audit laboratorium.

Sumber : bisnis.com