Advertisement

Blusukan Cek Obat Covid-19 ke Apotek, Jokowi Dikritik Epidemiolog

Aziz Rahardyan
Sabtu, 24 Juli 2021 - 18:47 WIB
Budi Cahyana
Blusukan Cek Obat Covid-19 ke Apotek, Jokowi Dikritik Epidemiolog Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono. - JIBI/Bisnis.com/Janlika

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau ulang pembagian paket obat Covid-19 ke kalangan masyarakat.

Hal itu disampaikan Pandu untuk menanggapi konten video blusukan Jokowi ke Apotek di kawasan Bogor, Jawa Barat, yang diunggah Sekretariat Presiden pada Jumat (23/7/2021) malam.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Jokowi tampak mencari beberapa obat terapi Covid-19 di antaranya Oseltamivir, Favirapir, Azithromycin, vitamin D3, kemudian suplemen multivitamin yang Becom-zet.

Namun, karena beberapa obat yang dicarinya tak ada, Jokowi pun seketika menelepon Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengungkap hasil blusukannya.

"Kalau obat-obatan yang dicari Pak Jokowi ada, apoteknya bisa ditutup karena berikan obat keras tanpa resep dokter. Pak Menkes, sebaiknya paket obat yang didistribusikan ke masyarakat ditinjau ulang. OTG dan bergejala ringan tak perlu obat. Yang sedang & berat harus masuk RS," tulis Pandu dalam laman media sosial resminya, Sabtu (24/7/2021).

Menurut Pandu, pembagian paket obat justru kontraproduktif dan tidak mendidik rakyat, karena menggambarkan keleluasaan mengonsumsi obat keras tanpa anjuran dokter.

Dia menilai pemerintah sebaiknya tetap fokus dalam mengendalikan pandemi dengan mewajibkan rakyat selalu pakai masker, meningkatkan tes-lacak-isolasi, dan terus menggalakkan edukasi agar rakyat paham soal kondisi pandemi. Bukan justru mengumbar penggunaan obat yang seharusnya masuk ke dalam obat ethical. Terlebih, profesi dokter sudah tidak menganjurkan Azithromycin dan Oseltamivir untuk terapi Covid-19.

"Bila anda terkonfirmasi positif Covid-19 tak bergejala, gejala ringan: Lakukan isolasi, istirahat dan konsumsi makanan yang bernutrisi. Jangan konsumsi obat keras, herbal atau suplementasi. Tak perlu paket obat. Sayangi tubuh anda, jangan dirusak oleh obat keras. Tubuh mampu atasi!" kata dia.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Stok Darah PMI DIY Awal Desember 2022

Jogja
| Kamis, 01 Desember 2022, 11:27 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement