Advertisement

Dekati Bumi Besok, Asteroid Ukuran Stadion Berpotensi Berbahaya

Janlika Putri Indah Sari
Jum'at, 23 Juli 2021 - 21:27 WIB
Budi Cahyana
Dekati Bumi Besok, Asteroid Ukuran Stadion Berpotensi Berbahaya Asteroid - JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Baru-baru ini National Aeronautics and Space Administration (NASA) memperingatkan penduduk dunia tentang keberadaan Asteroid besar seukuran stadion akan melesat dekat Bumi pada Sabtu, 24 Juli 2021.

Asteroid raksasa tersebut diperkirakan bergerak dengan kecepatan lebih dari delapan kilometer per detik, yaitu sekitar 17.900 mph.

Mengingat asteroid ini memiliki kecepatan luar biasa, maka dia akan dapat menghancurkan apapun yang ada di jalurnya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Dilansir dari express, Jumat (23/7/202) Asteroid yang disebut 2008 GO20 itu bisa mencapai lebar 220 meter, dan akan terlihat lebih besar dari Kastil Edinburgh yang tingginya 135 meter.

Asteroid itu akan terbang dengan aman melalui orbit Bumi pada Sabtu pukul 20.35. Dan akan terbang pada jarak 28.70.847.607 km, kira-kira delapan kali jarak antara Bumi dan Bulan.

Meskipun diduga proses melewatnya tidak berbahaya, orbitnya yang dekat dengan planet ini telah diklasifikasikan sebagai Apollo, yaitu berisi asteroid paling berbahaya.

NASA mengatakan bahwa situasinya sedang dipantau secara ketat.

Sebelumnya pada bulan Juni, sebuah asteroid seukuran Menara Eiffel berlabel 2021 KT1 mendekati Bumi

Ia mendekati Bumi pada jarak 4,5 juta kilometer.

Advertisement

Itu diklasifikasikan sebagai potensi berbahaya karena sesuatu yang lebih dekat dari 4,6 juta kilometer berpotensi berbahaya.

Ada lebih dari 26.000 asteroid dekat Bumi dan lebih dari 1.000 di antaranya dianggap berpotensi berbahaya menurut NASA.

Untuk asteroid dianggap dekat Bumi, yaitu memiliki jarak kurang dari 1,3 kali jarak dari Bumi ke Matahari.

Advertisement

Asteroid pada dasarnya adalah fragmen dan puing-puing yang tersisa dari 4,6 miliar tahun yang lalu ketika Tata Surya terbentuk.

Jalur orbit mereka kadang-kadang dipengaruhi oleh tarikan gravitasi dari planet-planet.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Capaian Vaksin Lengkap PMK Sleman Baru Sekitar 16 Persen

Sleman
| Sabtu, 24 September 2022, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement