Musim Hujan November 2026, BNPB Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor
BNPB mengingatkan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, banjir bandang, longsor, dan banjir lahar saat musim hujan.
Kepala BIN Budi Gunawan saat meninjau vaksinasi door to door. /Ist.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah melalui berbagai lembaga negara terus menggulirkan program vaksinasi Covid-19 demi mencapai herd immunity. Badan Intelijen Negara (BIN) misalnya menggulirkan program vaksinasi door to door yang diadopsi dari Eropa dan Afrika.
Vaksinasi ini telah dilakukan di beberapa daerah di Indonesia Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Timur, Riau, dan Sulawesi Selatan. Pada Rabu (21/7/2021) menyasar vaksinasi door to door di wilayah Jawa Tengah.
BACA JUGA : Vaksinasi Sasar 26% Penduduk Gunungkidul
Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn.) Profesor Budi Gunawan menjelaskan vaksinasi door to door dilakukan dengan menyasar langsung ke permukiman warga dengan basis rumah tangga. Hal ini dilakukan karena klaster rumah tangga cenderung meningkat tajam di beberapa daerah seperti Jawa Tengah.
“Selain itu pertimbangannya adalah perumahan padat penduduk dan masih minim terjangkau program vaksinasi karena keterbatasan akses mereka dan pemberlakuan PPKM Darurat, sehingga mereka takut keluar rumah untuk mengatasi atau mendatangi kerumunan,” kata Budi Gunawan.
Ia menambahkan BIN mengadopsi sistem door to door ini dari beberapa negara, seperti di Afrika, Eropa, termasuk Amerika Serikat yang memberikan kemudahan vaksinasi dengan langsung menuju titik masyarakat yang dibutuhkan.
Menurutnya program vaksinasi door to door ini paling efektif, bisa menjangkau sampai 59% hingga 70% masyarakat secara keseluruhan di beberapa negara yang sudah menerapkan. Harapannya efektivitas jangkauan itu juga terjadi di Indonesia, sehingga terus dilakukan secara berkelanjutan.
BACA JUGA : Potret Susahnya Dapat Vaksin Covid-19 di Jogja, Antre Pukul
“Kami menyasar titik yang merupakan daerah spot merah, tapi angka vaksinasi masih minim,” katanya.
Budi mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak termakan hoaks vaksinasi di medsos yang kerap bermunculan. Bahkan ada yang membuat seolah Covid-19 tidak nyatam padahal jelas memakan banyak korban. Kondisi hoaks tersebut, kata dia, tidak hanya terjadi di Indoneia, namun juga beberapa negara.
“Semua harus pro aktif untuk divaksin, dengan vaksinasi paling tidak bisa mencegah dari kematian dan memperbesar kemungkinan bisa sembuh. Karena WHO menegaskan pandemi ini masih panjang dan berujung menjadi penyakit musiman, oleh karena itu, kita harus terus mengantisipasi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNPB mengingatkan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, banjir bandang, longsor, dan banjir lahar saat musim hujan.
Kejagung membantah kabar penangkapan jenderal Polri. Sementara itu, Polri masih mengecek isu pemeriksaan dua petinggi terkait kerusuhan Jogja.
Aliansi Jogja Memanggil menagih janji Wali Kota Hasto Wardoyo menanggung biaya pengobatan korban kerusuhan 28 Oktober 2026.
Sebanyak 22.866 peserta BPJS PBI APBN di Sleman dinonaktifkan. Pemkab memprioritaskan pasien kronis dan warga miskin untuk reaktivasi.
RSJ Grhasia DIY memperluas layanan kesehatan nonjiwa dengan membangun gedung baru yang akan menyediakan layanan spesialis penyakit dalam, anak, dan kebidanan.
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai sekitar Rp58 miliar, melampaui target Rp57 miliar. Pemkab tetap mendorong kepatuhan wajib pajak.