Pemain Jerman Patungan Bantu Suporter ke Stadion Piala Dunia 2026
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Vaksin Covid-19 AstraZeneca/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Data terbaru menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 mampu mengurangi angka kematian dan rawat inap pada pasien secara substansial, termasuk mereka yang terinfeksi oleh varian delta yang sangat menular.
Menurut data terbaru, vaksin menekan angka kematian akibat covid-19 hingga 0,4 persen, demikian dilansir dari Bloomberg.
Menurut data tersebut, sekitar 0,4% meninggal di antara mereka yang terinfeksi setelah inokulasi atau disebut juga infeksi terobosan, sementara hampir 10% membutuhkan rawat inap.
Demikian menurut sebuah studi baru oleh para peneliti yang dipimpin oleh Dewan Penelitian Medis India Nivedita Gupta.
Penelitian, yang menganalisis data sekuensing genom dari 677 pasien Covid, menemukan 86% dari kasus yang divaksinasi lengkap disebabkan oleh varian delta.
Baca juga: Pasien Isoman di Gunungkidul Meningkat, Bantuan Sembako Ikut Membengkak
Temuan ini menggarisbawahi peran penting vaksin dalam mencegah hasil ekstrem di antara penderita Covid dan menghilangkan keraguan tentang kemanjuran vaksin terutama sehubungan dengan varian delta yang telah menyebar dengan cepat ke setidaknya 104 negara.
Pertama kali terdeteksi di India Oktober lalu, varian delta telah muncul sebagai strain dominan di Inggris, AS dan Australia, memaksa pejabat kesehatan masyarakat untuk menggandakan langkah-langkah jarak sosial.
"Ini jelas menunjukkan bahwa vaksinasi mengurangi keparahan penyakit, rawat inap dan kematian," kata penelitian tersebut.
“Oleh karena itu, meningkatkan dorongan vaksinasi dan mengimunisasi populasi dengan cepat akan menjadi strategi paling penting untuk mencegah gelombang mematikan Covid-19 lebih lanjut dan akan mengurangi beban pada sistem perawatan kesehatan.” paparnya.
Di antara mereka yang dianalisis dalam penelitian, yang masih harus ditinjau oleh rekan sejawat, 592 orang telah menerima kedua dosis vaksin sementara 85 orang hanya memiliki satu dosis.
India sebagian besar telah menyuntik orang dengan Covishield AstraZeneca Plc suntikan berbasis vektor tradisional yang kemanjurannya terhadap varian delta telah dikhawatirkan dibandingkan dengan vaksin messenger RNA yang sangat efektif dari Pfizer Inc. dan Moderna Inc.
Ini menjadi studi nasional terbesar dan pertama dari infeksi terobosan pasca-vaksinasi di India. Penelitian ini juga mendeteksi bukti dua mutasi baru delta Delta AY.1 dan Delta AY.2 dalam beberapa sampel selain varian yang lebih lama, alfa dan kappa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.