Advertisement
Epidemiolog Ungkap Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19
Penyekatan Jembatan Suramadu baik dari arah Kota Surabaya maupun dari arah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 mulai diberlakukan Kamis (17/6/2021). - ANTARA/Pemkot Surabaya
Advertisement
Harianjogja.com, BANJARMASIN - Epidemiolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin, Rudi Fakhriadi menuturkan, kasus Covid-19 yang selalu melewati angka 12.000 kasus dalam tiga hari terakhir di Indonesia, menunjukkan terjadinya peningkatan penularan di masyarakat yang salah satunya dipicu menyebarnya varian baru Covid-19, khususnya varian Delta.
"Hingga saat ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan Covid-19 selain ikhtiar vaksinasi untuk menurunkan risiko munculnya gejala berat dan mencegah perburukan kondisi. Satu-satunya cara paling efektif adalah mencegahnya dengan penerapan protokol kesehatan yang baik pada seluruh masyarakat dan pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment) yang maksimal oleh pemerintah," tukasnya di Banjarmasin, Minggu (20/6/2021).
Advertisement
Rudi mengingatkan, masyarakat Kalimantan Selatan harus mewaspadai penyebaran Covid-19 varian Delta dari mobilitas masyarakat Pulau Jawa.
"Potensi varian Delta untuk menyebar sangat besar, karena tingginya mobilitas masyarakat dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan termasuk Kalimantan Selatan," terangnya.
Menurut dia, kemunculan varian Delta tak bisa disepelekan, mengingat keganasannya dalam penularan lebih tinggi dari Virus Corona awal dari Wuhan China.
Varian Delta atau B.1.617.2 merupakan mutasi ganda dari Covid-19 varian India yaitu B.1.617. Varian ini lebih menular karena virus dapat menurunkan imunitas seseoarang.
Dia mengutip penelitian Chang Liu dan kawan-kawan menunjukkan varian Delta dapat menurunkan imunitas pada orang yang telah divaksin, orang yang baru sembuh dan orang yang mendapatkan terapi plasma kovalesens.
Karena penurunan imunitas inilah yang menyebabkan orang yang terinfeksi varian Delta menunjukkan gejala lebih parah, sehingga perlu penanganan rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- WTA 1000 Dubai : Janice Tjen Lolos, Aldila Sutjiadi Tersingkir
- Mike Tyson vs Floyd Mayweather Jr. Digelar di Kongo April 2026
- Starlink Resmi Berizin Penuh di Vietnam, Siap Ekspansi Digital
- Premier League dan English Football League Berlakukan Jeda Buka Puasa
- Robert Duvall Meninggal di Usia 95 Tahun, Dunia Film Berduka
- Google Rilis Android 17 Beta 1, Pengguna Pixel Bisa Coba Fitur Terbaru
- Harga Emas Pegadaian Turun, UBS Rp2,988 Juta dan Galeri24 Rp2,971 Juta
Advertisement
Advertisement








