Viral Video Pasien Covid-19 Dirawat di Lorong IGD RSUD Koja, Ini Penjelasan Dirut

Ilustrasi: Potongan video berdurasi 32 detik memperlihatkan puluhan pasien konfirmasi positif Covid-19 dirawat di lorong IGD RSUD Koja, Jakarta Utara pada tanggal 16 Juni 2021. - Video: Istimewa
20 Juni 2021 14:37 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Pasien di RSUD Koja membeludak dan videonya viral. Direktur Utama RSUD Koja dokter Ida Bagus Nyoman Banjar membenarkan potongan video berdurasi 32 detik yang viral di media sosial ihwal membludaknya pasien yang dirawat di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut. 

Dalam potongan video itu, terlihat puluhan pasien terpaksa mendapat perawatan di lorong-lorong rumah sakit. Adapun, setiap tempat tidur pasien yang membujur mengikuti arah lorong itu turut disertai alat bantu pernafasan ventilator dan infus. 

“Iya ada pasien yang mem-videokan, ya benar,” kata Nyoman saat dikonfirmasi, Minggu (20/6/2021). 

Nyoman menerangkan video itu mengambil latar lorong-lorong di ruang instalansi gawat darurat atau IGD RSUD Koja pada tanggal 16 Juni 2021 kemarin. Menurut Nyoman, tren perawatan pasien konfirmasi positif Covid-19 memang mengalami peningkatan signifikan beberapa waktu terakhir.

“IGD itu kan proses untuk masuk ke ruang perawatan, kan proses. Karena yang datang itu ramai kita kan tidak menolak pasien,” kata dia. 

Saat ini, RSUD Koja telah menyipakan 297 tempat tidur perawatan pasien konfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, 36 di antaranya difungsikan untuk tempat tidur perawatan intensif di ICU. Belakangan, Nyoman mengatakan, pihaknya tengah berusaha menambah kapasitas tempat tidur seiring dengan melonjaknya kasus konfirmasi positif Covid-19 di Ibu Kota. 

 “Kemarin keterisian tempat tidur sempat di atas 80 persen,” kata dia. 

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melaporkan penambahan 4.895 kasus positif Covid-19 per hari ini, Sabtu (19/6/2021). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia memerinci, telah dilakukan tes PCR kepada 16.797 orang dan menghasilan 23.010 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, pemprov memperoleh laporan kasus baru dengan hasil 4.895 positif dan 11.902 negatif. "[Pemprov DKI juga telah melakukan] tes antigen hari ini kepada 4.808 orang dengan hasil 434 positif dan 4.374 negatif," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (19/6/2021).

Menurutnya, DKI Jakarta telah melampaui rasio pemeriksaan Covid-19 yang ditargetkan WHO. Badan kesehatan dunia itu mematok target tes sebesar 1.000 orang per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen).

Dalam seminggu terakhir ada 98.374 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 394.831 per sejuta penduduk. "Artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu," ujarnya.

Sumber : Bisnis.com