Advertisement
Program Kampus Merdeka Jadi Program Terbesar Mendikbudristek
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI pada Rabu (10/3/2021). - Twitetr @Kemdibud_RI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyatakan program terbesarnya saat ini untuk mencapai visi SDM unggul adalah melalui Kampus Merdeka.
“Yang terbesar kali ini, Kampus Merdeka, kampus yang dimerdekakan. Kita ingin memerdekakan kampus dari sekat-sekat, berbagai jenis sekat, antara akademia dan industri, antara riset dan pembelajaran, antara fakultas, antara prodi,” jelas Nadiem pada Festival Kampus Merdeka 2021, Selasa (15/6/2021).
Advertisement
Ia mengatakan ingin menciptakan sistem pendidikan tinggi yang berkolaborasi. Alhasil, kata kuncinya adalah gotong royong dan berkolaborasi tanpa adanya dinding-dinding.
“Kita buat berbagai macam peraturan dan insentif untuk universitas mendorong perubahan tersebut,” jelas Nadiem.
Kemendikbudristek juga telah merancang 8 IKU (Indikator Kerja Utama) untuk dan memberikan insentif keuangan kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk memaksimalkan jumlah mahasiswa yang keluar dari kampus, mendapatkan pembelajaran di universitas lain, ke luar negeri, proyek sosial ke masyarakat, mengajar, kewirausahaan, maupun magang bersertifikat, dan mencari pengalaman di dunia industri.
Baca juga: Mau Laporkan Premanisme atau Pungli? Ini Nomor Whatsapp Polres di Jajaran Polda DIY
“Kita ingin dosen juga keluar kampus, mendapat pengalaman, membina mahasiswa di luar, mencari pengalaman kerja, dan industri. Kita ingin prodi kita, terminologinya, pernikahan massal dengan industri dan kampus lain, untuk menciptakan permutasi-permutasi prodi yang cocok di masa depan,” kata Nadiem.
Nadiem juga mengingat pesan Presiden yang terus menagih perkembangan program jurusan supaya sesuai dengan keadaan industri saat ini.
“Tapi itu satu-satunya cara, agar ketika mereka lulus mereka mendapatkan kompetensi penting di tengah perubahan yang makin cepat,” imbuhnya.
Nadiem ingin mahasiswa bisa berenang saat mereka terjun ke lautan terbuka dan tidak terbatas hanya berenang di kolam renang sendiri, tapi harus sekali-sekali pergi ke laut.
“Malah kalau bisa jangan sekali, bisa dua kali, tiga kali, empat kali, lima kali, biar rasain gelombang laut seperti apa,” timpal Presiden Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement








