PKB Dorong Cak Imin Maju Pilpres 2024

Papan reklame wacana duet Joko Widodo-Muhaimin Iskandar (Join) berdiri di Jln. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (25/7/2018). - Bisnis.com/Samdysara Saragih
02 Juni 2021 13:37 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Meski elektabilitasnya di bawah Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, Muhaimin Iskandar tetap diminta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PKB, Jazilul Fawaid mengatakan desakan muncul dari banyak pihak terutama para kiai sepuh karena Cak Imin atau Gus Aim dianggap sebagai satu-satunya tokoh politik yang merupakan representatif dari Nahdlatul Ulama (NU).

"Banyak desakan kepada Ketua Umum PKB Gus AMI, dan desakan itu karena beliau dianggap satu-satunya representasi tokoh dari NU," kata Jazilul dilansir dari laman resmi PKB, Rabu (2/6/2021).

Sampai saat ini, ungkap Gus Jazil, PKB terus menjalin komunikasi dengan partai lain untuk menyamakan pandangan agar bisa menjalin koalisi. PKB tidak bisa sendiri mengusung Gus AMI sebagai capres karena keterbatasan suara partainya.

"Harus memenuhi syarat administratif 20 persen suara dan PKB memiliki 10 persen suara. Tentu sesuai dengan visi yang diusung PKB selama ini," katanya.

Sebelumnya, Jaringan Informasi Rakyat (Jari Rakyat) melakukan polling pendahuluan bakal calon presiden (capres) dan menempatkan empat nama yang bersaing ketat sebagai kandidat capres potensial.

Terdapat 14 nama yang diikutsertakan dalam polling tersebut, seperti Abdul Muhaimin Iskandar, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Airlangga Hartarto, Anies Baswedan, Budi Gunawan, Erick Thohir, Ganjar Pranowo, Moeldoko, Puan Maharani, Prabowo Subianto, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Tito Karnavian, dan Tri Risma Harini.

Dari 14 nama yang masuk polling pendahuluan capres 2024, ada empat nama elite nasional yang bersaing ketat. Mereka adalah Ketum PKB yang juga Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar 15,9 persen, Ketua Umum Partai Demokrat AHY 29,2 persen, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 17,9 persen, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 19,5 persen.

Sumber : JIBI/Bisnis.com