Ngeri, Sudah 34 Kandidat Dibunuh Geng Kriminal Jelang Pemilu Meksiko

Ilustrasi pembunuhan - Antara
28 Mei 2021 10:47 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Seorang calon wali kota di Meksiko, Alma Barragan dibunuh. Total sudah 34 kandidat yang terbunuh jelang pemilihan legislatif di Meksiko pada Juni 2021.

Alma Barragan ditembak mati pada hari Selasa (25/5/2021), media lokal melaporkan, saat berkampanye untuk wali kota Moroleon di negara bagian Guanajuato yang dilanda kekerasan di Meksiko tengah. Dua orang lainnya dilaporkan terluka.

Pada hari Rabu (26/5/2021), Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan pembunuhan itu adalah pekerjaan geng kriminal terorganisir yang membunuh kandidat untuk menakut-nakuti para pemilih agar menjauh dari pemungutan suara.

"Ketika ada banyak golput, mafia mendominasi pemilihan," kata Lopez Obrador dalam konferensi pers hariannya, seperti dilansir Al Jazeera, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: BPBD Tanamkan Budaya Sadar Bencana untuk Warga di Kawasan Rawan

Para ahli mengatakan geng narkoba ingin menempatkan kandidat di balai kota dan pemerintah kota, sehingga mereka dapat beroperasi tanpa campur tangan polisi dan memeras uang dari bisnis lokal dan anggaran pemerintah. Mereka juga mengatakan kekerasan saat pemilu bukanlah hal baru.

“Selalu ada kekerasan dalam pemilu dan siklus pemilu terutama di tingkat walikota di mana Anda benar-benar melihat hal-hal memanas, tetapi kali ini terasa jauh lebih dari biasanya,” kata Gladys McCormick, seorang profesor sejarah di Syracuse University dan pakar keamanan.

McCormick mengatakan bahwa kejadian itu menjadi bukti bahwa ada pengaruh kejahatan terorganisir dengan pemilihan lokal yang mencoba mempengaruhi institusi.  "Kejahatan terorganisir telah menyusup ke kota, penegakan hukum di tingkat kota.  Ini sedang berkembang," katanya. 

Baca juga: Calon Lurah di Kulonprogo Diminta Hindari Politik Uang

Tony Payan, direktur Pusat Amerika Serikat dan Meksiko di Institut Baker, mengatakan pemilihan 6 Juni sangat penting bagi kelompok kriminal terorganisir, karena akan memilih ratusan posisi wali kota di seluruh negeri.

"Pemilu ini dianggap oleh kejahatan terorganisir sebagai cara untuk mengkonsolidasikan keuntungan mereka dan kemudian memajukan kendali mereka atas wilayah, kota, dan lingkungan," kata Payan kepada Al Jazeera.

Perusahaan konsultan Etellekt mengatakan mayoritas dari 34 kandidat yang terbunuh bersaing untuk mendapatkan nominasi atau mencalonkan diri untuk jabatan lokal. Kelompok itu mengatakan total 88 politisi telah dibunuh sejak awal musim pemilihan tahun lalu.

Sumber : Aljazeera.com