Bupati Klaten Siapkan Solusi bagi Pedagang Korban Kebakaran Pasar
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, KLATEN – Rumah sakit rujukan Covid-19 diminta mempersiapkan diri untuk antisipasi jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bersinar pasca Lebaran. Hingga kini, angka penambahan kasus Covid-19 di Klaten disebut-sebut masih stabil.
Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan menjelang Lebaran sudah dilakukan antisipasi untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19. Salah satunya mengimbau warga di perantauan agar tak pulang serta menyiagakan Satgas di tingkat kecamatan hingga RT/RW untuk memantau pemudik yang nekat berdatangan.
Mulyani menuturkan berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Polres Klaten ada 3.000an pemudik yang tetap berdatangan ke Klaten.
BACA JUGA : Soal RS Rujukan Covid-19 di Jogja Penuh, Begini Jawaban
“Dari tingkat kepatuhan, ini lumayan patuh. Karena kan biasanya saat momen Lebaran ada puluhan ribu pemudik yang datang. Kami apresiasi kerja keras jajaran polres dan petugas berwenang sudah luar biasa. Sampai saat ini juga tidak ada kasus positif Covid-19 berkaitan dengan pemudik. Jadi semuanya sudah evaluasi,” kata Mulyani saat ditemui di Setda Klaten, Kamis (19/5/2021).
Meski hingga kini belum ada tren lonjakan kasus Covid-19, Mulyani meminta seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan Covid-19 tetap waspada. Dia menjelaskan perkembangan kasus Covid-19 di Klaten masih stabil dan kini masih berada pada zona risiko sedang penularan Covid-19 atau zona oranye.
“Kalau saat ini kan belum bisa terlihat ada lonjakan atau tidak. Terlihatnya itu setelah dua pekan mendatang,” tutur dia.
Disinggung upaya antisipasi, Mulyani mengatakan rumah sakit rujukan Covid-19 hingga satgas penanganan Covid-19 diberbagai tingkatan sudah diwanti-wanti untuk tetap mewaspadai kemungkinan terjadi lonjakan kasus Covid-19. Meski kapasitas tempat tidur masih mencukupi, pengelola rumah sakit menambah kapasitas tempat tidur guna penanganan pasien Covid-19.
Tempat isolasi terpusat yang ada di tingkat kecamatan maupun desa juga diminta bisa ditambah. “Kami maksimalkan rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19 untuk bersiap-siap. Kami ambil kemungkinan kondisi daruratnya untuk persiapan segala kemungkinan terburuk. Mudah-mudahan tidak ada lonjakan kasus di Klaten,” kata dia.
BACA JUGA : Dinkes Kota Jogja Membantah RS Rujukan Covid-19 Penuh
Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, mengatakan jumlah pemudik yang tiba di Klaten sebanyak 3.469 orang. Dia memastikan tak ada pemudik yang tiba terkonfirmasi positif Covid-19.
Jaka juga menjelaskan saat ini belum bisa dipastikan ada atau tidak lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran. “Ada atau tidak lonjakan bisa diketahui dalam waktu tujuh sampai 10 hari mendatang,” kata Jaka.
Jaka menuturkan sebelumnya pemkab sudah mengantisipasi potensi terjadi lonjakan kasus Covid-19. Selain memantau pergerakan pemudik yang tetap berdatangan, seluruh objek wisata diminta meningkatkan penerapan protokol kesehatan. “Untuk kapasitas bed rumah sakit sementara masih tetap seperti biasa,” kata Jaka.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan ada 12 rumah sakit di Klaten untuk menangani pasien Covid-19. Jumlah total tempat tidur untuk kasus Covid-19 di belasan rumah sakit itu sekitar 350 tempat tidur. Kapasitas tempat tidur masih mencukupi. pasalnya, banyak pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri lantaran tak bergejala. “Persentase yang bergejala sedikit,” kata dia.
BACA JUGA : Semua RS Rujukan Covid-19 di Bantul Penuh, Siap-Siap
Di sisi lain, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten menggelar tes antigen acak di objek wisata. “Kemarin kami ambil sampel di dua lokasi yakni Objek Mata Air Cokro dan Umbul Ponggok masing-masing tujuh pengunjung. Hasilnya nonreaktif semua,” kata Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho, Kamis (20/5/2021).
Nugroho mengatakan tes deteksi Covid-19 secara acak itu dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran wisatawan menerapkan protokol kesehatan secara mandiri sejak berangkat, di objek wisata, hingga pulang. Dimungkinkan, tes acak itu dilakukan secara berkala disesuaikan dengan ketersediaan tes antigen di Dinkes Klaten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.
Aldila Sutjiadi menembus perempat final AS Terbuka 2026 bersama Erin Routliffe. Ini menjadi pencapaian terbaik Aldila di Grand Slam.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saras Adyatma menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) di aula rumah sakit setempat, Selasa (8/9/2026).
Dokter Samuel Antuña mengungkap kekuatan lengan kanan Marc Marquez kini sekitar 50 persen. Pebalap Ducati itu tetap memburu gelar MotoGP 2026.
Wisatawan kini tidak selalu datang hanya untuk melihat pemandangan, tetapi juga mencari pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Brajamusti dan The Maident dijadwalkan hadir di GBT saat PSIM Jogja menghadapi Persebaya pada pekan kedua Super League 2026/2027.