Advertisement
Mengejutkan! Ini Fakta Baru Peristiwa Maut Kedungombo
TIm SAR Gabungan menerjunkan penyelam untuk mencari dua korban perahu terbalik di Waduk Kedungombo, Boyolali, MInggu (16/5/2021) siang. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, BOYOLALI - Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap kecelakaan perahu terbalik di Waduk Kedungombo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Hasilnya, disimpulkan bahwa tidak ada aktivitas selfie atau swafoto dari para penumpang perahu sesaat sebelum kecelakaan maut itu terjadi, seperti informasi yang beredar sebelumnya.
Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond, mengatakan saat ini sudah ditetapkan dua tersangka dalam kasus terbaliknya perahu tersebut.
Advertisement
Keduanya adalah GTS, 13, selaku pengemudi perahu dan Kardiyo, 52, pemilik warung apung yang juga pemilik perahu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, bahwa sesaat sebelum kecelakaan, tidak ada aktivitas selfie atau swafoto dari para penumpang perahu. Sebelumnya, berdasarkan keterangan awal dari tersangka GTS, penumpang melakukan selfie.
"Sebab posisi GTS ada di belakang [tidak mengetahui secara persis]. Berdasarkan hasil penyidikan lanjut dari keterangan korban yang selamat, tidak ada penumpang yang melakukan selfie atau swafoto. Penumpang berdiri karena panik air mulai masuk ke perahu," kata dia.
Baca juga: Segini Capaian Vaksinasi Covid-19 di Sleman
Ada kemungkinan, air masuk ke perahu karena kelebihan muatan. Perahu saat itu ditumpangi 20 orang, sedangkan kapasitasnya hanya sekitar 14 orang.
Namun berdasarkan informasi terbaru, sesaat sebelum para penumpang memasuki perahu, GTS sebagai pengemudi perahu sudah melarang agar tidak semua penumpang masuk ke perahu, karena melebihi kapasitas.
Namun, para penumpang tetap ingin naik semua dan tidak ingin menaiki perahu secara terpisah dengan rombongannya.
"Tersangka GTS sebelumnya sempat melarang penumpang untuk tidak masuk semuanya, sebanyak 20 orang, ke dalam perahu. Sebab kapasitas perahu yang hanya sekitar 14 orang termasuk pengemudi. Namun para penumpang bersikeras untuk tetap masuk semua karena mereka rombongan dan ada yang satu keluarga," kata dia, Selasa (18/5/2021).
Kapolres mengatakan, bahwa saat itu tersangka GTS tidak kuasa untuk menolak keinginan para penumpang yang ingin masuk perahu.
"Nanti akan kami perdalam lagi pada saat memeriksa GTS sebagai tersangka," ujarnya.
Pada peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (15/5/2021), dari total 20 penumpang perahu, 11 di antaranya selamat, 9 orang meninggal dunia setelah tenggelam di dalam waduk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Favorit Nataru, KA Joglosemarkerto Angkut Puluhan Ribu Penumpang
Advertisement
Berita Populer
- Hasil Liga Inggris: City-Liverpool Gagal Menang, Arsenal Makin Kokoh
- Penumpang Kereta di Jogja Naik, Menhub Minta Layanan Ditingkatkan
- Top Ten News Harianjogja.com, Jumat 2 Januari 2026
- Lempar Petasan di Kampung Krapyak Sragen, Dua Pendekar Diamankan
- Pengiriman Mobil Xiaomi Tembus 400.000 Unit di 2025
- Kecelakaan Kapal Labuan Bajo, Menhub Soroti Cuaca Ekstrem
- Prof. Susanto: Karier Remaja Harus Disiapkan Sejak Usia 15 Tahun
Advertisement
Advertisement




