BGN Tetap Targetkan 72,46 Juta Penerima MBG Meski Anggaran Dipangkas
Anggaran Banper MBG 2027 dipangkas Rp30 triliun menjadi Rp232,5 triliun. BGN tetap menargetkan 72,46 juta penerima manfaat.
Ilustrasi/Antara-Galih Pradipta
Harianjogja.com, JAKARTA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan terjadi penurunan kasus Covid-19 secara mingguan. Namun, masyarakat diminta agar tidak lengah dan tetap mematuhi serta disiplin melaksanakan protokol kesehatan.
Per 17 Mei 2021, terjadi penambahan kasus positif 4.295, jumlah kasus aktif yaitu 89.129 atau 5,1 persen. Sedangkan, jumlah kasus sembuh kumulatif adalah 1.606.611 atau 92,1 persen, dan jumlah kasus meninggal kumulatif adalah 48.305 atau 2,76 persen.
Sampai 16 Mei 2021, terjadi penurunan dan peningkatan kasus positif sepekan sebesar 28,4 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Selain itu, terjadi penurunan sebesar 11,1 persen untuk jumlah kematian mingguan.
“Kedua hal ini adalah perkembangan yang baik. Namun sayangnya juga diiringi penurunan kesembuhan sebesar 12,5 persen dibandingkan minggu sebelumnya,” kata Wiku.
Berdasarkan data Satgas, terdapat pula provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi pada sepekan lalu yaitu Jawa Tengah naik 48 kasus, Kepulauan Riau naik 57 kasus, Sumatra Utara naik 38 kasus, Sulawesi Utara naik 18 kasus, dan Sulawesi Barat naik 5 kasus.
Selain itu, lima provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi yaitu Sulawesi Utara naik 24 kematian, Kalimantan Tengah naik 19 kematian, Jawa Tengah naik 19 kematian, Kepulauan Riau naik 13 kematian, dan Lampung naik 12 kematian.
“Dapat dilihat bahwa baik pada kenaikan kasus positif maupun kematian ini didominasi oleh provinsi dari luar pulau jawa, kecuali 1 provinsi yaitu Jawa Tengah. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi provinsi yang tadi saya sebutkan untuk dapat terus meningkatkan penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing mengingat provinsi-provinsi ini mengalami kenaikan bahkan sebelum terjadinya efek libur Idulfitri dan mudik,” tegas Wiku.
Adapun, perkembangan yang terjadi pada pekan lalu belum dapat menunjukkan efek dari Idulfitri dan mudik.
Dia menjelaskan, efek dari libur panjang maupun suatu kegiatan masyarakat dapat dilihat dalam rentang waktu 2 hingga 3 minggu setelah periode tersebut.
“Artinya, kita baru dapat melihat efek dari libur Idulfitri dan periode mudik pada 2-3 minggu yang akan datang. Masyarakat untuk jangan terlena dengan kasus positif dan kematian yang menurun di minggu lalu,” imbuhnya.
Satgas juga meminta kepada masyarakat yang baru saja kembali dari bepergian agar melakukan karantina mandiri 5 x 24 jam sebagai bentuk tanggung jawab terhadap orang-orang di sekitarnya, terutama kepada kantor-kantor yang pegawainya melakukan perjalanan antarbatas daerah selama libur Idulfitri.
Adapun, kepada seluruh pos desa dan kelurahan untuk memantau anggota masyarakat di RT nya masing-masing yang baru saja kembali dari bepergian agar benar-benar melakukan karantina mandiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Anggaran Banper MBG 2027 dipangkas Rp30 triliun menjadi Rp232,5 triliun. BGN tetap menargetkan 72,46 juta penerima manfaat.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.