Malaysia Darurat Covid-19, Indonesia Perlu Bersiap & Waspada

Sejumlah warga berolah raga di taman kawasan Menara Berkembar Petronas (KLCC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (7/9/2020). - Antara
04 Mei 2021 15:47 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Guru Besar Universitas Indonesia Profesor Zubairi Djoerban mengimbau seluruh masyarakat waspada terhadap kemungkinan gelombang kasus positif Covid-19 yang semakin mendekat ke Indonesia.

Gelombang itu mendekat ke Indonesia? Bisa saja. Lihat Malaysia sekarang. Kasus Covid-19-nya meningkat signifikan. Lockdown pun diberlakukan di beberapa kota," cuitnya melalui akun Twitter @ProfesorZubairi, Selasa (4/5/2021).

Dia pun mengimbau masyarakat untuk tidak meremehkan fenomena lonjakan kasus yang terjadi di sejumlah negara. Menurutnya, seluruh pihak harus selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi.

"Tolong jangan remehkan ini. Kita tahu apa yang terjadi dengan India. Waspada dan bersiap dengan segala kemungkinan,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mendorong pemerintah untuk mempersiapkan sejak dini fasiltitas dan alat-alat kesehatan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Menurutnya, jangan sampai Indonesia seperti India yang tidak siap menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19. Melonjaknya pasien di negara tersebut dalam waktu singkat menyebabkan rumah sakit kolaps dan kekurangan pasokan oksigen. Akibatnya, kasus kematian di India naik drastis.

Bukan berharap yang buruk. Tapi ada baiknya kita dorong pemerintah menyiapkan stok oksigen untuk keperluan darurat. Seperti mendesentralisasi stok di beberapa daerah sehingga segera tersedia jika suplai terganggu. Semoga kita punya mitigasi untuk hal ini. Terima kasih,” kata Zubairi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Malaysia Adham Baba menyampaikan telah mendeteksi adanya varian dari India (B.1.617) di Bandara Internasional Kuala Lumpur dari seorang warga negara India.

Dia mengatakan, Malaysia menemukan 30 varian Covid-19 dalam level variant of concern (VOC) yang terdiri dari 27 varian Afrika Selatan (B.1.351) dan 3 varian Inggris (B.117).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia