Advertisement
Presiden Jokowi Paparkan 3 Pelajaran Penting dari Pandemi Covid-19
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020 - Youtube Setpres
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat semua sektor kehidupan berubah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan tiga pelajaran penting yang dapat diambil dari pandemi Covid-19. Ketiganya berkaitan erat dengan perencanaan pembangunan di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka musyawarah perencanaan pembangunan nasional di Istana Negara, Selasa (4/5/2021).
Advertisement
Dia mengatakan pandemi Covid-19 memberikan pelajaran luar biasa dalam perencanaan pembangunan di Indonesia. Setidaknya terdapat tiga pembelajaran yang perlu diketahui agar mampu bersaing di masa mendatang.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Bupati Halim Minta Warga Kurangi Mobilitas
“Pertama, sebaik apapun perencanaan yang sudah kita buat, kita juga harus siap untuk melakukan perubahan secara cepat,” kata Jokowi.
Dia mengatakan perubahan cepat diperlukan untuk menyesuaikan dengan berbagai tantangan dan peluang yang muncul. Akan tetapi tujuannya tetap sama yakni untuk mensejahterakan dan memajukan bangsa.
Menurutnya, cara mencapai tujuan tersebut sering kali harus berubah karena tantangan dan peluangnya setiap saat bisa berubah-ubah.
Kedua, Presiden menilai perlu adanya sinergi kekuatan bangsa untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Termasuk masalah kesehatan, perekonomian, penerapan testing, tracing dan treatment serta vaksinasi.
Baca juga: Gunungkidul Siapkan Jalur Khusus untuk Siswa Miskin dan Difabel
Persoalan tersebut lanjutnya memerlukan dukungan semua komponen bangsa serta keaktifan seluruh jajaran pemerintahan dari pusat sampai ke daerah.
“Demikian pula produktivitas dari kalangan industri yang kecil sampai yang besar untuk memproduksi alat-alat kesehatan dan juga obat serta dukungan dari negara lain juga sangat diperlukan,” ujarnya.
Ketiga, Jokowi menilai bahwa penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir semakin tidak dapat dihindari. Ketika pelayanan pemerintah, pendidikan hingga bisnis ritel tidak dapat dilakukan secara luring, maka perlu menggunakan instrumen daring.
“Ketika kita butuh data yang cepat, data yang akurat, data yang terintegrasi, yang kita butuhkan adalah teknologi digital. Ketika kita butuh obat, vaksin, alat-alat kesehatan, yang kita butuhkan untuk cepatnya adalah kita butuh teknologi,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa Darat M3,1 Guncang Pasaman, Getaran Terasa hingga Bukittinggi
- BGN dan Kemensos Matangkan Penyaluran MBG bagi Lansia dan Disabilitas
- BPJS Kesehatan Jelaskan Mekanisme Reaktivasi PBI JKN, Begini Caranya
- Ormas Islam Pahami Alasan Prabowo Masukkan RI ke Dewan Perdamaian
- Seleksi Sekolah Rakyat Dimulai, Kemensos Siapkan Kuota 30 Ribu Siswa
Advertisement
54 Ribu Peserta PBI BPJS di Gunungkidul Dinonaktifkan Awal 2026
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- BPJS Kesehatan Jelaskan Mekanisme Reaktivasi PBI JKN, Begini Caranya
- OTT KPK Guncang Pajak dan Bea Cukai, Menkeu Siap Lakukan Bersih-Bersih
- Awal Tahun 2026, Toko Service HP Iphone di Jogja Kebanjiran Pelanggan
- Belasan Rumah Tertimbun Longsor di Campakamulya Cianjur
- PN Solo Mulai Sidangkan Gugatan Nama Sri Susuhunan Pakubuwono XIV
- RSUD Wates Kembangkan Operasi Minim Sayatan, Pemulihan Lebih Cepat
- UGM Buka Kuota 10.000 Mahasiswa Baru Lewat Tiga Jalur Seleksi
Advertisement
Advertisement



