1.205 Bencana Alam Terjadi Selama 1 Januari-30 April 2021

Banjir bandang melanda wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/4/2021) WITA dini hari. - Antara
02 Mei 2021 02:27 WIB Zufrizal News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Bencana hidrometeorologi masih dominan terjadi di Indonesia sepanjang Januari hingga April 2021.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana banjir paling sering terjadi pada jenis bencana tersebut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG) pun merilis bahwa hujan sebagai salah satu pemicu banjir dan longsor, masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah pada Mei.

BNPB mencatat 1.205 bencana alam terjadi dari 1 Januari 2021 hingga 30 April 2021.

Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin puting beliung dan tanah longsor, dominan terjadi pada periode waktu tersebut.

Bencana banjir, kata BNPB seperti dikutip melalui laman resminya, Sabtu (1/5/2021), menjadi kejadian yang paling sering terjadi dengan 501 kali, disusul angin puting beliung 339, dan tanah longsor 233. Dilihat dari periode waktu tersebut, total jumlah kejadian mengalami kenaikan 1 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan korban meninggal, total jumlah mengalami kenaikan 1,83 persen.

Berikut ini perincian kejadian bencana alam pada periode 1 Januari 2021 hingga 30 April 2021, banjir 501 kejadian, angin puting beliung 339, tanah longsor 233, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 97, gempa bumi 18, gelombang pasang dan abrasi 16, dan kekeringan 1.   

Rentang periode tersebut, bencana alam mengakibatkan korban meninggal 479 jiwa, hilang 60, luka-luka 12.900, dan menderita serta mengungsi hingga 5 juta jiwa.

Bencana alam yang mengakibatkan korban meninggal tertinggi yaitu banjir 267 jiwa, gempa bumi 117, tanah longsor 86, angin puting beliung 7, dan karhutla serta gelombang pasang masing-masing 1.

Adapun kerusakan fisik, BNPB mencatat bencana menyebabkan kerusakan sektor perumahan dengan kategori rusak berat 14.936 unit, rusak sedang 23.347 dan rusak ringan 83.629.

Selain kerusakan rumah, bencana alam juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum seperti tempat ibadah 1.363 unit, Pendidikan 1.350, perkantoran 494, kesehatan 347 dan jembatan 295.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia