Advertisement
Sandiaga Berencana Bangun Kereta Gantung di Borobudur
Petugas Balai Konservasi Borobudur menyemprotkan disinfektan pada sebuah stupa Candi Borobudur untuk mengantisipasi Virus Corona (COVID-19). - Antara/Heru Suyitno
Advertisement
Harianjogja.com JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S. Uno menyebutkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menindaklanjuti kesiapan pembangunan infrastruktur di kawasan sekitar Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur, salah satunya adalah cable car atau kereta gantung.
Sandiaga mengatakan sedang berkoordinasi dengan Badan Otorita Borobudur (BOB) mengenai kereta gantung yang akan menghubungkan kawasan Borobudur dengan beberapa hub destinasi wisata di sekitarnya. Cable car nantinya akan menghubungkan beberapa hub di sekitar Borobudur dengan konsep transit oriented development (TOD).
Advertisement
"Moda transportasi itu akan difinalisasi dalam waktu segera karena sudah ada beberapa investor yang berminat baik di lahan otoritatif maupun di lahan koordinatif," kata Sandiaga dalam siaran pers, Senin (26/4/2021).
Baca juga: Begini Tips Dekorasi Rumah Sambut Idul Fitri dan Silaturahmi Virtual
Kemudian, lanjutnya, pembahasan mengenai manajemen pengunjung Borobudur yang akan dibatasi jumlah kunjungannya hanya 1.200 orang untuk di zona satu. Sementara, untuk di zona dua harus dikelola dengan baik untuk itu Kemenparekraf terus koordinasi dengan kementerian/lembaga lain.
Sandiaga juga menyampaikan soal jembatan yang akan menghubungkan lahan BOB yang rencananya akan dibangun tahun ini oleh Kementerian PUPR. Selanjutnya terkait Badan layanan Umum (BLU) yang rencananya dalam beberapa waktu ke depan akan dibahas lebih lanjut.
Dia menuturkan BLU akan membuat langkah lebih fleksibel, mengintegrasikan semua pihak termasuk pemda dan masyarakat juga akan terlibat. Kemudian ada kerja sama jangka panjang dengan Perhutani yang juga sudah masuk MoU dengan Kementerian BUMN.
Baca juga: Ini 10 Kebiasaan Aneh Orang Sukses
"Kuncinya, apa yang kita lakukan untuk membangkitkan pariwisata dan pemulihan ekonomi. Tentunya kita sekarang mulai memupuk harapan kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama BOB Indah Juanita menjelaskan telah memiliki Kawasan Borobudur Highland yang berada di Perbukitan Menoreh di lahan otoritatif. Lokasinya 12 km ke arah barat dari Candi Borobudur yang terdapat 17 lot di sana.
Hingga saat ini, pihaknya menyampaikan sudah ada 6 investor yang mengajukan letters of intent dan satu di antaranya yang sudah siap membangun di dalam kawasan.
“Kita juga baru melakukan perjanjian kerja sama dengan Bobobox untuk menyiapkan glamping lagi, supaya saat nanti sudah buka bisa bertambah akomodasi di sana,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jelang Menstruasi Pikiran Bisa Kabur Ini Penjelasan Ilmiahnya
- Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon
- Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas
- Arus Tol MKTT Melonjak Tajam Akses Bandara Jadi Paling Padat
Advertisement
Advertisement









