Menkes Sebut Mutasi Covid-19 di Indonesia Sudah Ada Sejak Mei 2020

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin / Youtube Sekretariat Presiden
23 April 2021 15:47 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut mutasi Covid-19 di Tanah Air sudah diidentitikasi sejak Mei 2021.

Saat itu, mutasi Covid-19 yang diidentifkasi di Indonesia memiliki varian D614G. Hanya saja menurut Budi, varian Covid-19 itu tidak berbahaya jika dibandingkan dengan virus awal yang berasal dari daratan Wuhan.

“Kemudian di bulan September, masuk lagi mutasi berikutnya N439K, tetapi dua mutasi ini tidak membahayakan, tidak masuk variant of concern WHO,” kata Budi dalam keterangan pers secara daring, Jumat (23/4/2021).

Selanjutnya, varian Covid-19 B.1.1.7 asal London, Inggris, berhasil diidentifikasi di Tanah Air pada Januari 2021. Varian virus itu masuk ke dalam variant of concern Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Artinya, varian virus B.1.1.7 dinilai berbahaya terkait dengan penyebaran dan tingkat infeksinya bagi mayoritas populasi.

“Sekitar bulan Januari [2021], masuk variant of concern WHO, ini yang menyebabkan penularan di Eropa dan India naik, oleh karena itu kita harus hati-hati dan mempercepat program vaksinasi,” tuturnya.

Sementara itu, Inggris telah memasukkan India ke dalam daftar merah perjalanan, yang artinya setiap kedatangan pelaku perjalanan asal India harus menjalani karantina di hotel.

Adapun, ratusan WN India diketahui telah memasuki Indonesia pada 21 April. Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandara Soekarno-Hatta Romi Yudianto menyampaikan penjelasan terkait warga negara India yang masuk ke Indonesia.

Romi memastikan bahwa kedatangan 117 warga negara India di Bandara Soekarno-Hatta sudah melalui pengawasan dan pemeriksaan yang ketat.

"Dari sisi dokumen Keimigrasian mereka punya KITAS /ITAS [Kartu Izin Tinggal Terbatas] dan KITAP/ITAP [Kartu Izin Tinggal Tetap],” ujar Romi melalui keterangan tertulis kepada Bisnis, Jumat (23/4/2021).

Penjelasan itu disampaikan Romi terkait kedatangan ratusan warga negara India melalui Bandara Soekarno-Hatta mengingat negara itu tengah dilanda 'Tsunami Covid-19' dalam dua bulan terakhir di negara tersebut.

Selain itu, India diketahui tengah berjibaku melawan mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1617 yang bermuatan mutasi ganda.

Romi menerangkan ada 117 warga India, bukan 135 orang seperti yang ramai diberitakan, tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 21 April malam. Mereka menumpang pesawat AirAsia XZ988. Pesawat itu membawa 127 penumpang dan kru, 117 diantaranya warga negara India.

Romi mengatakan setibanya di Soekarno-Hatta, seluruh penumpang pesawat itu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta. "Pemeriksaan kesehatan dan PCR/ Swab," ujarnya.

Setelah dinyatakan sehat dan tidak ada indikasi terjangkit Covid-19, warga negara India itu menjalani pemeriksaan dokumen imigrasi.

"Setelah diperiksa dokumen, 117 warga India itu memenuhi syarat masuk Indonesia, mereka memiliki Kitas dan Kitap," kata Romi.

Setelah lolos pemeriksaan kesehatan dan dokumen keimigrasian, rombongan warga India itu ditangani Satuan Tugas Covid-19 untuk diarahkan menjalani  Karantina selama 5 hari.

"Saat dikarantina, mereka juga menjalani pemeriksaan kesehatan kembali dan PCR atau Swab ulang, untuk memastikan mereka benar-benar aman dari Covid-19,” paparnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia