Advertisement
Reshuffle Kabinet, Ustaz Yusuf Mansur Jagokan Dua Nama Ini
Presiden Joko Widodo saat membuka Musyawarah Kerja Nasional dan Musyawarah Nasional Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara virtual di Istana Negara, Kamis 8 April 2021 / Youtube Setpres
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Belakangan ini terendus kabar jika Presiden Joko Widodo akan melakukan reshuffle kabinet. Kepastian menteri yang terkena reshuffle telah membuat spekulasi berkembang. Sejumlah tokoh menyampaikan prediksi dan dukungan.
Salah satu yang menyampaikan dukungan adalah pegiat agama Ustaz Yusuf Mansur. Ditampilkan dalam laman instagramnya, @yusufmansurnew, dia menjagokan dua nama untuk menjadi Menteri Investasi.
Advertisement
Menteri Investasi adalah kementerian baru yang sudah disetujui oleh DPR beberapa waktu lalu. Lembaga ini akan menggantikan peran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Lalu siapa jagoan ustaz yang memiliki pengikut 2,9 juta orang di instagram itu?
"Bismillaah... Mas Witjaksono... Menteri Investasi.... Aamiiin," tulis Yusuf Mansur dalam IG nya yang sudah terverifikasi dan dilihat Rabu (21/4/2021).
Witjaksono adalah pengusaha muda yang juga pengurus Nahdlatul Ulama (NU). Dia tercatat mengelola dua perusahaan publik yakni PT Dua Putra Utama Makmur (DPUM) Tbk serta PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK).
Sedangkan nama lain yang juga dijagokan oleh sang Ustaz adalah sang petahana, Bahlil Lahadalia. Kepala BKPM saat ini yang sebelumnya menjadi ketua Hipmi Pusat.
"Bisa jadi Menteri Investasi, Mas Bahlil... Mas Witjaksono Menteri UKM [menggantikan Teten Masduki]. Bisa jadi…," tulis Yusuf dalam postingan berbeda.
Lebih lanjut dia mengajak seluruh elemen negeri ini untuk mendoakan yang terbaik buat bangsa dan negara.
Reshuffle kabinet oleh Presiden Joko Widodo hanya menunggu waktu. Kepastian ini setelah keluarnya persetujuan menghapus Kementerian Riset dan Teknologi dengan mengembalikannya kepada Kementerian Pendidikan.
Sedangkan seperti amanat Undang-undang Cipta Kerja dibentuk Kementerian Investasi yang kemungkinan besar berasal dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Meski begitu, sejumlah wacana mengemuka dilakukan pergantian lebih luas mengingat mulai tahun depan sudah masuk tahapan tahun politik jelang Pemilu 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Pantai Gunungkidul Padat, Ancaman Ombak Tinggi Mengintai
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
- Tiket Tak Hangus, KCIC Beri Layanan Reschedule Gratis Penumpang Whoosh
- Bus Damri Tanpa Dokumen Ditahan di Terminal Tirtonadi Solo
- Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
- Lalu Lintas Melandai, Korlantas Hentikan One Way Nasional Rabu Sore
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
- KA Gajayana Menemper Orang di Kalasan, KAI Ingatkan Area Steril
Advertisement
Advertisement







