Reshuffle Kabinet Jokowi, Erick Thohir Mengaku Siap Dicopot

Menteri BUMN Erick Thohir. - Antara
15 April 2021 20:57 WIB Muhammad Ridwan News Share :

Harianjogja.com, LAMPUNG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku tidak terlalu cemas terhadap rencana reshuffle kabinet oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Erick mengatakan, reshuffle kabinet seperti halnya pemilihan jajaran dewan komisaris dan direksi di perusahaan-perusahaan BUMN.

Menurut dia, ketika dipilih untuk menjalankan tugas, ada suatu kepercayaan yang diberikan, dan harus dijalankan sesuai dengan kriteria penilaian yang ditetapkan.

"Tentu sama, saya sebagai pembantu presiden saya siap diangkat, saya siap dicopot. Reshuffle hak prerogatif presiden, kenapa presiden melakukan hal itu? Bukan karena kemauan presiden sendiri, tapi tentu kebaikan untuk rakyatnya supaya pada masa pemerintahan ini penugasan-penugasan yang dilakukan itu harus ada hasilnya untuk rakyat itu sendiri," katanya di Teluk Semangka, Lampung, Kamis (15/4/2021).

BACA JUGA: Pekan Depan, Pemkot Jogja Mulai Pantau Penyaluran THR

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin memastikan Jokowi bakal mengocok ulang atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju pada pekan ini. 

Ngabalin beralasan Jokowi telah berembug dengan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin beberapa waktu lalu ihwal rencana reshuffle tersebut menyusul persetujuan DPR RI terkait usulan pemerintah untuk merobak sejumlah kementerian lewat sidang paripurna pekan lalu. 

“Pasti ada reshuffle karena DPR telah menyetujui usulan yang telah disampaikan Pak Presiden lewat surat beliau tanggal 30 Maret kemarin tentang penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi,” kata Ngabalin melalui sambungan telepon kepada Bisnis, Selasa (13/4/2021).

Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat akhir pekan lalu menyetujui Surat Presiden No. R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian. 

Salah satu isinya terkait pembentukan Kementerian Investasi, di mana kementerian baru ini akan mengambil alih beberapa tugas Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sumber : Bisnis.com