Advertisement
Fadli Zon Minta Erick Thohir Tegur Komisaris Pelni Dede Kristia
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon - Tangkapan layar Youtube Fadli Zon Official
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon meminta Menteri BUMN Erick Thohir menegur Komisaris Independen PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni Dede Kristia Budiyanto yang membuat polemik ihwal pembatalan kegiatan kajian jelang Ramadan, tudingan radikalisme, hingga pencopotan pejabat yang terlibat di dalamnya.
Pasalnya, sikap Dede yakni mencopot pejabat Pelni yang menyelenggarakan acara itu dinilai Fadli bisa digolongkan sebagai sikap islamophobia.
Advertisement
“Sikap Islamophobia semacam itu tak boleh dibiarkan. Menteri BUMN @KemenBUMN harus menegur komisaris tersebut, karena tindakannya bisa memancing reaksi negatif yang tidak kita harapkan,” cuitnya melalui akun Twitter pribadinya @fadlizon, Minggu (11/4/2021).
Lebih jauh lagi, Fadli mempertanyakan tudingan radikalisme yang disebutkannya terlontar dari Dede. Menurutnya, itu adalah tudingan serius yang tanpa dasar atau alasan.
“Sebab, tindakan itu disertai dengan tuduhan serius mengenai radikalisme, yang mestinya punya dasar serta konsekuensi yang juga serius,” cuit Fadli kemudian.
Apalagi, sambungnya, ada salah satu pejabat Majelis Ulama Indonesia di dalam acara kajian yang dibatalkan tersebut.
Anggota Komisi I DPR RI ini pun menyebut orang-orang yang mengidap islamophobia sebagai orang yang miskin literasi dan tidak mengenal Islam dengan baik. Menurutnya, secara akademik, radikalisme bukanlah sebuah kejahatan tetapi kerap disamakan dengan intoleransi dan terorisme.
Dia pun mengimbau para pejabat publik untuk berhati-hati dalam memberikan opini atau pernyataan yang berkaitan dengan keislaman. “Menteri BUMN seharusnya memberikan pembinaan kepada para petinggi PT Pelni. @KemenBUMN,” cuitnya.
Adapun, kajian jelang Ramadan yang dibatalkan adalah acara yang diketahui belum mengantongi izin Direksi PT Pelni. Kemudian, ihwal tudingan ada penceramah yang menganut radikalisme, Dede mengaku sudah bertemu Ketua Bidang Dakwah MUI Yai Cholil dan meminta maaf.
“Alhamdulillah saya hari ini dapat silaturrahmi dgn Kyai @cholilnafis untuk tabayyun dan minta maaf terkait "kegaduhan" yg sempat muncul kemarin. Saya jelaskan kajian&dakwah di @pelni162 tetap berjalan&meminta kesediaan Yai Cholil selaku Ketua Bidang Dakwah MUI membimbingnya,” cuit Dede melalui akun Twitter @Kangdede78.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara, Pusat di Daratan
- Operasi SAR KLM Nur Ainun Balqis Dihentikan, 2 Korban Masih Hilang
- Kawanan Gajah Liar Rusak Perumahan Karyawan di Siak, Tiga Motor Hancur
- DPR Nilai Penganiayaan Anak oleh Brimob Brutal, Desak Proses Pidana
- BBPOM Bagikan Kiat Pilih Takjil Aman Selama Ramadan
Advertisement
Advertisement
WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo-Jogja 23 Februari 2026, Rp8.000
- Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jogja dan Sekitarnya 23 Februari 2026
- Jadwal SIM Keliling Jogja 23 Februari 2026, Cek Lokasi dan Syaratnya
- Hasil Liga Inggris Pekan 27: Palace dan Fulham Menang
- PSIM vs Bali United, Ujian Laga Malam di Bulan Ramadan
- Seskab Teddy Tegaskan Produk AS Tetap Wajib Sertifikasi Halal
- Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 23 Februari 2026, Lengkap
Advertisement
Advertisement








