AHY Sebut Kadernya Ditakut-takuti Bakal Dipecat jika Tak Ikut KLB Deli Serdang

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). AHY menyampaikan adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, di mana gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
08 April 2021 12:27 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono secara blak-blakan mengungkapkan bahwa sejumlah kadernya menerima ancaman dan intimidasi dari kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Deli Serdang.

“Upaya [kubu Moeldoko] yang dilakukan dengan mengintimidasi kader kami dengan menakut-nakuti kalau nanti tidak ikut KLB akan di-PAW [pergantian antar-waktu], dicari kasus, dipecat, termasuk dengan iming-iming uang, itu sedikit banyak ingin menggunakan power yang tidak boleh disalahgunakan,” katanya  dalam acara Satu Meja yang disiarkan oleh Kompas TV pada Rabu (7/4/2021) malam

AHY mengatakan bahwa testimoni tersebut berasal dari pernyataan kader Partai Demokrat yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca juga: Intensitas Siklon Seroja Meningkat, BNPB Minta 6 Provinsi Siaga Termasuk DIY

“Pernyataan ini bisa dipertanggungjawabkan karena saat ini masih hidup semua bisa menyiapkan kesaksian dan siap sampai tingkat apapun, di forum apapun,” terangnya.

AHY menilai anggotanya marah karena menilai aksi pengambilalihan kekuasaan yang dilakukan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sudah berlebihan dan menggunakan cara yang disebutnya sebagai tidak beretika dan tidak bermoral.

Kendati demikian, dia mengaku lega karena mendapat berita baik dari pemerintah untuk menolak KLB Partai Demokrat di Deli Serdang pada 5 Maret lalu.

Baca juga: Pemudik Masuk DIY Diminta Membawa Hasil Tes Antigen

“Paling tidak satu babak sudah kita lewati. Kami lega. Berita baik untuk demokrasi karena siapa yang benar dan duduk pada konstitusi yang kokoh maka dia bisa dapat tempat yang baik di negeri ini,” ujarnya.

Sumber : bisnis.com