Seorang Perempuan Polisi di Afghanistan Tewas Diserang Kelompok Pria Bersenjata

Petugas Perempuan dari Polisi Nasional Afghan menembakkan senjata saat mengikuti simulasi di pusat pelatihan di dekat kamp angkatan darat Jerman Bundeswehr Marmal, Mazar-e-Sharif, Afghanistan utara. - REUTERS/ Fabrizio Bensch
02 April 2021 01:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KUNDUZ - Dalam sepekan, terjadi dua kali pembunuhan terhadap perempuan di Kota Jalalabad, Afghanistan timur. Rentetan serangan dengan mengusung target tertentu telah menebar ketakutan di pusat-pusat kota.

Terkini, pada Kamis (1/4/2021) seorang perempuan polisi tewas diserang beberapa pria bersenjata di Kota Jalalabad, Afghanistan timur.

Rentetan serangan dengan mengusung target tertentu telah menebar ketakutan di pusat-pusat kota.

Jenazah perempuan polisi itu dibawa ke rumah sakit kota di Jalalabad, ibu kota Provinsi Nangarhar timur, kata Gulzad Sangar, juru bicara rumah sakit.

Baca juga: Temui PA 212, KY Akan Independen Awasi Sidang Rizieq Shihab

Farid Khan, juru bicara kepolisian provinsi, mengatakan dua tersangka ditangkap sehubungan dengan serangan itu. Namun, ia tidak memberikan keterangan lebih rinci.

"Dia sedang dalam perjalanan untuk menjalankan tugas ketika orang-orang bersenjata menyerangnya," katanya.

Pada Selasa (30/3/2021), beberapa pria bersenjata tak dikenal juga menembak dan membunuh tiga perempuan petugas pemberi vaksin di Jalalabad. Peristiwa itu terjadi kurang dari sebulan setelah tiga perempuan pekerja media tewas dalam sebuah serangan, yang dinyatakan ISIS dilakukan pihaknya.

Gelombang pembunuhan telah melanda pusat-pusat kota sejak pembicaraan antara Taliban dan pemerintah Afghanistan dimulai pada 2020 di Doha, Qatar.

Baca juga: Densus 88 Tangkap 18 Terduga Teroris di Makassar

Banyak di antara serangan itu yang mengincar perempuan-perempuan pekerja serta kalangan pegawai pemerintah, media, dan anggota masyarakat sipil.

Pemerintah menuding Taliban berada di balik sebagian besar rentetan pembunuhan. Taliban menyangkal tuduhan itu.

Juga pada Kamis, ledakan mengguncang sebuah pos pemeriksaan polisi di Provinsi Herat di barat.

Ledakan itu menewaskan dua petugas dan melukai dua lainnya, menurut juru bicara kepolisian Abdul Ahad Walizada.

Tidak jelas siapa yang berada di balik serangan pada Kamis.

Secara terpisah, seorang ulama terkemuka tewas pada Rabu (31/3) di Provinsi Takhar di timur laut setelah sebuah bom kecil dipasang di kendaraannya.

Tiga orang terluka dalam ledakan itu, kata pejabat setempat.

Sumber : Antara