Ketua KPK: Film Bisa Bantu Sosialisasi Pencegahan Korupsi

Ilustrasi. - Freepik
30 Maret 2021 14:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memandang aspek lain dari manfaat film selain untuk hiburan adalah sebagai sarana edukasi dan mensosialisasikan program-program pencegahan tindak pidana korupsi.

"Di era digital dan pesatnya kemajuan teknologi saat ini, kami memandang film bukan lagi sekadar tontonan yang sarat hiburan semata, melainkan juga sebagai sarana edukasi sekaligus 'media campaign' program-program strategis KPK seperti pencegahan tindak pidana korupsi," kata Firli dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/3/2021). 

Hal tersebut dikatakannya dalam rangka memperingati Hari Film Nasional setiap 30 Maret.

Pandangan itu, lanjut dia, sejalan dengan visi sineas-sineas Tanah Air yang memiliki kekhawatiran yang sama melihat betapa agresif dan destruktif-nya virus korupsi sebagai ancaman terbesar bagi keutuhan, kemajuan serta masa depan bangsa dan negeri ini.

Baca juga: Bupati Minta Perantau Asal Gunungkidul Tak Usah Pulang Saat Lebaran

"Sudah tidak terhitung lagi film-film indie bertemakan antikorupsi yang mereka produksi dengan biaya sendiri, telah beredar luas, dan gratis ditonton melalui jejaring media sosial," ujar Firli.

Melihat besarnya antusiasme, kontribusi, dan semangat sineas-sineas pejuang antikorupsi, KPK mengadakan Anti Corruption Film Festival (ACFFest).

ACFFest adalah festival film yang diselenggarakan untuk bersama memproduksi film pendek fiksi yang mengangkat tema antikorupsi yang sarat dengan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, kemandirian, keberanian, dan keadilan.

"Hasil film pendek ini akan KPK gunakan sepenuhnya untuk keperluan pendidikan, sosialisasi, dan kampanye antikorupsi di berbagai media dan fasilitas publik tanpa batas waktu sebagai salah satu upaya pencegahan korupsi agar tak lagi berurat akar di republik ini," ujar Firli.

Menurutnya apa yang dilakukan oleh sineas-sineas pejuang antikorupsi, mengingatkan kembali betapa pentingnya untuk senantiasa saling mengingatkan tentang nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan kesederhanaan tersebut.

Baca juga: Klaster Takziah bermunculkan di Sleman, Ini Penjelasan Epidemiolog UGM

Selain itu, juga untuk membangun integritas dan karakter antikorupsi yang kuat dalam diri segenap anak bangsa di negeri ini.

"Selamat memperingati Hari Film Nasional, mari kita semai benih-benih antikorupsi melalui film-film bertemakan antikorupsi agar semangat antikorupsi tumbuh berkembang serta mengisi relung hati, jiwa, dan pikiran setiap eksponen bangsa di negeri ini untuk menggapai sekaligus mewujudkan cita-cita NKRI bebas korupsi," tutur-nya.

Sumber : Antara