Peneliti Vaksin Nusantara Tak Bisa Dihubungi

Ilustrasi. - Freepik
25 Maret 2021 13:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG - Vaksin Nusantara yang digagas oleh eks Menteri Kesehatan, dr. Terawan Agus Putranto yang diproduksi di RSUP Kariadi Semarang terpaksa dihentikan sementara lantaran belum mendapat restu oleh lembaga Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) dan BPOM.

Selain belum mendapatkan persetujuan daru PPUK dan BPOM, peneliti Vaksin Nusantara hingga kini belum bisa dihubungi oleh pihak RSUP Kariadi dan menghilang.

Kabag Humas RSUP dr Kariadi, Parna mengatakan jika sampai saat ini peneliti Vaksin Nusantara yang digagas oleh eks Menkes Terawan itu belum bisa dihubungi oleh pihak rumah sakit.

"Belum bisa dihubungi," jawabnya saat ditanya keberadaan peneliti Vaksin Nusantara oleh suara.com, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: 16 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Meski demikian, Parna mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait Vaksin Nusantara. Selain itu dia juga belum bisa berkomentar soal kelanjutan penelitian vaksin tersebut.

"Saya tak bisa berkomentar banyak tentang kelanjutan penelitian tersebut," ujarnya.

Hal ini disebabkan, lantaran Parna tak mempunyai kapasitas untuk memberikan pernyataan terkait Vaksin Nusantara.

"Saya tak mempunyai kapasitas memberikan pernyataan atau komentar tentang hal ini," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku belum mendapatkan laporan detail soal Vaksin Nusantara yang digagas oleh Terawan. "Belum mendapatkan laporan detail terkait Vaksin Nusantara," beberapa waktu yang lalu.

Sejauh ini, tokoh nomor satu di Jateng itu hanya mengetahui jika uci coba Vaksin Nusantara baru sampai pada tahap satu. "Sejauh ini yang saya ketahui uji cobanya masih tahap satu," ujarnya.

Ganjar sendiri sedang meminta tim yang ada di Jateng terkait Vaksin Nusantara. Sebelumnya dia juga mendengar jika perkembangan Vaksin Nusantara akan segera sampai ke telinganya.

Baca juga: Megawati Sebut Risma Makin Kurus Setelah Jabat Mensos

"Vaksin Nusantara lagi minta tim yang ada di Jateng, kemarin sih katanya mau dilaporkan tapi sampai hari ini belum," katanya.

Meski demikian, jika dalam perkembangannnya Vaksin Nusantara yang diproduksi di RSUP Kariadi itu bagus dia mengaku akan mendukungnya.

"Makanya sampai tahap satu kendalanya apa saja, kalau bagus akan kita dukung," imbuhnya.

Sumber : suara.com