Ini Obat-obatan yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Vaksin

Dokumentasi Juru vaksin menyiapkan vaksin AstraZeneca sebelum diberikan kepada warga di Kecamatan Kota Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (22/3/2021). Vaksin AstraZeneca perdana diberikan secara massal kepada sekitar 2.500 orang tokoh agama serta tokoh masyarakat di Kabupaten Jombang yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo. - Antara
24 Maret 2021 09:07 WIB Luke Andaresta News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Vaksin virus corona diprioritaskan untuk lansia atau orang yang berusia di atas 45 tahun dengan penyakit penyerta.

Hal itu dikarenakan virus ini berisiko besar menyerang seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Biasanya, kebanyakan orang dengan penyakit bawaan bergantung pada obat-obatan yang perlu dikonsumsi secara teratur.

Namun, ditemukan adanya reaksi yang cenderung tidak menguntungkan antara vaksin covid-19 dengan obat-obatan yang dikonsumsi secara rutin bagi imun tubuh. Kecenderungan untuk beberapa kondisi atau obat-obatan rutin juga dapat menyebabkan munculnya ruam dan pembengkakan yang tidak biasa.

Melansir dari Times of India, vaksin covid-19 bekerja untuk menghasilkan respon kekebalan yang kuat setelah injeksi. Efektivitas potensial dari vaksin mungkin bergantung pada seberapa baik tubuh seseorang meresponnya.

Untuk mereka yang menderita penyakit bawaan, respon imun mungkin akan cenderung lambat, dalam beberapa kasus ekstrim. Penggunaan beberapa obat juga dapat membuat tubuh bekerja lebih keras, yang mengakibatkan respon imun tertunda terhadap vaksin.

Berikut penjelasan respon obat-obatan penyakit bawaan dengan pemberian vaksin covid-19 terhadap tubuh seseorang.

1. Obat Tiroid

Tiroid adalah suatu kondisi yang mengganggu metabolisme dan fungsi hormonal. Namun, bagian dari sistem kekebalan yang bertanggung jawab atas penyakit tiroid autoimun terpisah dari sistem kekebalan yang bertanggung jawab untuk melawan infeksi. Oleh karena itu, sebagian besar pengobatan tiroid yang digunakan tidak akan memicu gejala atau membuat vaksin menjadi kurang efektif

2. Obat Asma dan Alergi

Alergi telah menjadi bahan pembicaraan dengan vaksin covid-19 karena dapat membuat beberapa rentan mengembangkan anafilaksis, yang merupakan reaksi alergi parah yang mengkhawatirkan. Namun, sebagian besar obat atau antihistamin yang digunakan oleh mereka yang menderita alergi terbukti aman dikonsumsi oleh penderita alergi makanan atau alergi umum seperti Asma, Rinitis, Dermatitis dengan vaksin covid-19. Kecuali mereka memiliki anafilaksis, sangat dilarang untuk vaksin.

3. Perawatan Kanker dan Obat-obatan Imunoterapi

Kondisi ini dapat menekan sistem kekebalan tubuh. Orang yang menderita kanker sering diberikan imunosupresan dosis tinggi yang dapat menyebabkan tubuh memiliki respon imun yang tidak lengkap. Adapun akan memiliki kondisi yang sangat buruk setelah disuntikkan vaksin. Hal ini akan sangat memperburuk sistem kekebalan tubuh menjadi tidak berfungsi. Idealnya, pasien menunggu selama 4 minggu setelah kemoterapi untuk mendapatkan vaksin.

4. Vaksin covid-19 dan obat psikiatri

Banyak penyakit mental dan kondisi neuropsikiatri, termasuk gangguan tidur, diketahui menurunkan respon vaksin bagi kekebalan tubuh. Penderita penyakit mental disarankan untuk konsultasi ke dokter sebelum vaksinasi. Beberapa obat psikiatri dan psikotik dapat menyebabkan reaksi anti-inflamasi yang tidak diinginkan oleh vaksin covid-19. Dosis tinggi juga dapat memicu neutropenia.

Sumber : Bisnis.com