Viral Anak Dirantai di Dapur, Ini Penjelasan Polisi

Kapolres Purbalingga, AKBP Fannky Ani Sugiharto. - JIBI/Solopos/Istimewa/Bidhumas Polda Jateng
16 Maret 2021 17:07 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, PURBALINGGA—MNA, bocah berusia tujuh tahun di Desa Kalimanah Kulon, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng) mendadak viral di media sosial.

Ia terekam kamera dirantai orang tuanya di dapur. "Sekitar dua hari lalu beredar video itu. Kami melalui Unit PPA Satreskrim sudah melakukan pengecekan dan pemeriksaan," ujar Kapolres Purbalingga, AKBP Fannky Ani Sugiharto, Senin (15/3/2021).

BACA JUGA: Prostitusi Online di Gunungkidul Terungkap! Polisi Menyamar untuk Booking

Kapolres mengatakan MNA memang dirantai di dalam rumah.

Meski demikian, Kapolres meminta warga tidak lantas memberi stigma negatif ke keluarga korban, terlebih orang tua.

Kapolres menyebutkan keluarga anak tersebut tergolong ekonomi lemah. Orang tua pun harus berjualan di pasar untuk mencari nafkah. Setelah merantai anaknya, orang tua merasa tenang karena anak tidak akan meninggalkan rumah sendirian.

"Kejadian tersebut terjadi tiga kali dalam waktu yang berbeda dan tidak dilakukan selama 1x24 jam atau secara terus menerus. Itu dilakukan pada waktu tertentu saat anak ditinggal orang tua bekerja di pasar," jelas Kapolres.

Kapolres juga menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan terhadap anak tersebut saat dirantai. Orang tua yang mengikat dengan rantai juga menyediakan makanan dan minuman untuk anak tersebut saat ditinggal.

BACA JUGA: Pengamat Sebut Jabatan Presiden 3 Periode Akan Lahirkan Rezim Otoritarianisme

"Ini yang perlu diluruskan sehingga tidak menimbulkan stigma negatif. Akibat viral video itu keluarga kini ditolak oleh lingkungannya dan harus pindah rumah," tutur Kapolres.

Kapolres pun meminta warga kembali menerima keluarga itu tinggal di lingkungannya.

Sumber : JIBI/Solopos