Advertisement
Nadiem: Buku Pelajaran Harus Bebas dari Konten Radikal dan Bias Gender
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam kunjungannya ke TK Pembina Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/11/2020). - ANTARA/Indriani
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mendorong penulis dan penerbit menyediakan pilihan buku teks demokratis untuk mengatasi masalah bias gender dalam buku pelajaran.
Hal tersebut diakui Nadiem bukan hal mudah, mengingat terjadi pula di seluruh dunia, dan menjadi masukan baginya saat pihaknya berupaya menggalakkan program "Merdeka Belajar."
Advertisement
"Menurut saya, amat sangat penting adalah menyediakan banyak pilihan buku teks dan menghilangkan elemen itu, di mana kita membuat buku teks lebih demokratis dan memperbanyak buku bacaan, dengan buku digital, perpustakaan, dan sebagainya," ujar Nadiem dalam webinar Internasional “The Power of Unreasonable Women” di Jakarta, Senin (15/3/2021).
Nadiem mengingatkan kembali permasalahan dalam buku teks bukan hanya memerangi bias gender, namun juga radikalisasi. "Selain itu secara individual, memerangi kekerasan seksual dan perundungan yang sangat berhubungan dengan kesetaraan gender."
BACA JUGA: Jokowi Akhirnya Angkat Bicara soal Isu Presiden Tiga Periode, Begini Isinya
Perang tersebut dia sebutkan dalam tiga dosa besar pendidikan yakni intoleransi, kekerasan seksual dan perundungan. Ketiga hal tersebut merupakan bentuk abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan dari kelompok mayoritas masyarakat.
"Kita mencoba mengirim sinyal pada sistem yang ada, kita ada di sini sebagai masyarakat yang bersatu dan percaya terhadap kesetaraan dan keadilan untuk semuanya," ujar Nadiem.
Dia berharap di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tiga hal berkaitan tersebut dapat dan harus dihapuskan.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim hadir sebagai narasumber dalam gelar wicara webinar Internasional dengan CEO Publicis Communications Singapore, Lou Dela Pena, yang mengangkat tema The Power of Unreasonable Women.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
- Idulfitri Jadi Kesempatan Baik Saling Hargai Perbedaan
Advertisement
Ular Masuk Sanggar Didik Nini Thowok, Petugas Damkar Langsung Meluncur
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ikuti Salat Id di Sendangadi, Danang Maharsa Tekankan Gotong Royong
- Dinkes Bantul Siaga Risiko KLB dan Kasus Keracunan Saat Lebaran
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
- Menkeu Purbaya Prediksi Ekonomi Kuartal I Tembus 5,7 Persen
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Jejak Sultan HB II Hidup di Gedung Baru Pagerotan Wonosobo
- Israel Larang Salat Idulfitri di Al-Aqsa Akibat Konflik Iran
Advertisement
Advertisement








