Salim Said: SBY yang Pertama Mengkudeta Partai Demokrat

Bendera Partai Demokrat - Antara
13 Maret 2021 21:07 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Susilo Bambang Yudhoyono disebut menjadi sosok yang terlebih dahulu mengkudera Partai Demokrat sebelum Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat, (5/3/2021).

Salim Said, akademisi di bidang politik, menceritakan hal itu saat diwawancarai Karni Ilyas dalam video yang diunggah di akun Youtube Karni Ilyas Club, Kamis (11/3/2021).

Salim memerinci bahwa dia menggali informasi dari sejumlah sumber terkait kisruh yang terjadi di tubuh Partai Demokrat dengan terselenggaranya KLB di Sibolangit. Seperti diketahui, KLB itu menetapkan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai Ketua Umum untuk periode 2021-2025 menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan putra sulung SBY.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang dihimpunnya dari orang-orang di balik KLB tersebut, ada ketidakpuasan atas terpilihnya AHY sebagai Ketua Partai Demokrat pada 2020. Dia mengatakan pihak yang menyelenggarakan KLB Deli Serdang itu menilai SBY yang lebih dahulu melakukan kudeta terhadap Partai Demokrat dengan menjadikan anaknya sebagai ketua partai.

"Saya menghubungi orang-orang itu. Jawaban mereka, itu yang melakukan kudeta pertama itu adalah Pak SBY terhadap orang Demokrat dan menjadikan anaknya menjadi ketua partai," ujarnya dalam wawancara tersebut.

Salim menjelaskan bahwa orang-orang itu menilai SBY telah membuat satu cara sehingga AHY dapat terpilih menjadi pimpinan Partai Demokrat tanpa kontroversi. Padahal, SBY selama ini seringkali mengkritisi praktik nepotisme di tubuh partai.

"Yang menarik mereka juga bilang berkali-kali Pak SBY menyerang orang-orang yang nepotisme, tetapi mengangkat anaknya menjadi ketua partai menggantikan diri menjadi ketua partai. Orang-orang itu mengatakan kita tidak pernah menduga Pak SBY mendorong anaknya yang masih muda itu," ujarnya.

Salim mengaku pernah berinteraksi dengan AHY semasa mengenyam pendidikan militer di Magelang. Dia mengakui AHY sebagai anak muda yang pintar dan baik.

Namun, jelas dia, orang-orang di balik KLB menilai pengangkatan AHY sebagai Ketua Partai Demokrat sebagai langkah yang dipaksakan.

"Persoalannya karena ada orang-orang partai, senior-senior yang bekerja untuk mensukseskan, ikut mensukseskan lahirnya demokrat dan untuk memenangkan Pak SBY," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia