Di Brasil, Angka Kematian Covid-19 Mencapai 2.216 Orang dalam Sehari

Seorang pria berlari melewati ratusan makam yang digali oleh aktivis LSM Rio de Paz di Pantai Copacabana, menyimbolkan warga yang meninggal dunia akibat penyakit Covid-19 di Rio de Janeiro, Brasil, Kamis (11/6/2020). - Antara/Reuters
13 Maret 2021 11:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 masih melanda dunia. Di negara Brasil dilaporkan 2.216 kematian akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir, hari ketiga berturut-turut kematian melebihi 2.000 dalam angka kematian terburuk sejak pandemi dimulai setahun yang lalu.

Kementerian kesehatan juga melaporkan 85.663 infeksi Virus Corona baru, angka tertinggi kedua dalam satu hari, karena pandemi melonjak di negara Amerika Selatan yang didorong oleh varian lokal baru yang sangat menular.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO  mengatakan keadaan pandemi Covid-19 di Brasil sangat memprihatinkan dan perlu dilakukan tindakan serius.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Mulai Sasar Anggota DPRD DIY

Brasil sekarang telah mendaftarkan 11.363.380 kasus secara keseluruhan, melewati India sebagai negara dengan wabah terburuk kedua.

Jumlah kematian resmi telah meningkat menjadi 275.105 dalam wabah paling mematikan kedua di dunia di luar Amerika Serikat.

Pada Rabu (10/3/2021), Brasil memiliki rekor korban jiwa 2.286 orang, diikuti pada Kamis dengan 2.233 kematian lainnya, kata kementerian kesehatan.

Baca juga: Pulihkan Ekonomi, BNPB Dampingi UMKM Terdampak Bencana

Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro, yang telah meminimalkan beratnya virus dan mengatakan dia tidak akan mendapatkan vaksinasi, menghadapi kritik yang meningkat karena gagal mengamankan pasokan dosis yang tepat waktu untuk masyarakat, dengan kurang dari 3 persen vaksinasi sejauh ini.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada Jumat bahwa setiap orang di Brasil harus menanggapi situasi ini dengan serius, menambahkan bahwa negara-negara tetangga dapat terpengaruh.

"Kecuali jika tindakan serius diambil, tren peningkatan yang sekarang membanjiri sistem kesehatan dan menjadi lebih dari kapasitasnya akan mengakibatkan lebih banyak kematian," katanya pada konferensi pers di Jenewa.

Sumber : Antara