Advertisement
Di Brasil, Angka Kematian Covid-19 Mencapai 2.216 Orang dalam Sehari
Seorang pria berlari melewati ratusan makam yang digali oleh aktivis LSM Rio de Paz di Pantai Copacabana, menyimbolkan warga yang meninggal dunia akibat penyakit Covid-19 di Rio de Janeiro, Brasil, Kamis (11/6/2020). - Antara/Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 masih melanda dunia. Di negara Brasil dilaporkan 2.216 kematian akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir, hari ketiga berturut-turut kematian melebihi 2.000 dalam angka kematian terburuk sejak pandemi dimulai setahun yang lalu.
Kementerian kesehatan juga melaporkan 85.663 infeksi Virus Corona baru, angka tertinggi kedua dalam satu hari, karena pandemi melonjak di negara Amerika Selatan yang didorong oleh varian lokal baru yang sangat menular.
Advertisement
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan keadaan pandemi Covid-19 di Brasil sangat memprihatinkan dan perlu dilakukan tindakan serius.
Baca juga: Vaksin Covid-19 Mulai Sasar Anggota DPRD DIY
Brasil sekarang telah mendaftarkan 11.363.380 kasus secara keseluruhan, melewati India sebagai negara dengan wabah terburuk kedua.
Jumlah kematian resmi telah meningkat menjadi 275.105 dalam wabah paling mematikan kedua di dunia di luar Amerika Serikat.
Pada Rabu (10/3/2021), Brasil memiliki rekor korban jiwa 2.286 orang, diikuti pada Kamis dengan 2.233 kematian lainnya, kata kementerian kesehatan.
Baca juga: Pulihkan Ekonomi, BNPB Dampingi UMKM Terdampak Bencana
Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro, yang telah meminimalkan beratnya virus dan mengatakan dia tidak akan mendapatkan vaksinasi, menghadapi kritik yang meningkat karena gagal mengamankan pasokan dosis yang tepat waktu untuk masyarakat, dengan kurang dari 3 persen vaksinasi sejauh ini.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada Jumat bahwa setiap orang di Brasil harus menanggapi situasi ini dengan serius, menambahkan bahwa negara-negara tetangga dapat terpengaruh.
"Kecuali jika tindakan serius diambil, tren peningkatan yang sekarang membanjiri sistem kesehatan dan menjadi lebih dari kapasitasnya akan mengakibatkan lebih banyak kematian," katanya pada konferensi pers di Jenewa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
- Demi Kopdes Merah Putih, Mendes Minta Izin Minimarket Baru Ditahan
- Menhub Dorong Masjid di Jalur Mudik Jadi Rest Area Lebaran 2026
- BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara, Pusat di Daratan
- Operasi SAR KLM Nur Ainun Balqis Dihentikan, 2 Korban Masih Hilang
Advertisement
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Praperadilan Yaqut di PN Jaksel Uji Status Tersangka Korupsi
- Halal Warriors Kulonprogo Bantu UMKM Urus Sertifikat
- Bank Jateng-HIPMI Jakarta Timur Teken MoU Salurkan Pembiayaan Rp2,5 M
- Top Ten News Harianjogja.com Selasa 24 Februari 2026
- Bulog DIY Serap 24.111 Ton Gabah, Lampaui Target Februari
- Ahli di MK: Diskresioner Menteri Terkait Kuota Haji Amanat konstitusi
- Ini 7 Beasiswa Luar Negeri Tanpa Kewajiban Pulang ke Indonesia
Advertisement
Advertisement








