Pulihkan Ekonomi, BNPB Dampingi UMKM Terdampak Bencana

Stan BNPB yang memamerkan produk UMKM hasil dari kelompok warga terdampak bencana di JCM, Jumat (12/3/2021). - Ist/BNPB.
13 Maret 2021 06:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan perhatian terhadap perekonomian bagi warga terdampak bencana. Hampir sebagian besar warga terdampak kehilangan mata pencaharian dan pendapatan mereka.

Melalui Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi dan SDA, BNPB berusaha meningkatkan perekonomian warga dengan mendampingi dan mempromosikan produk hasil warga terdampak bencana. Salah satunya melalui pameran Gebyar Produk Unggulan Nusantara di Jogja City Mall (JCM) yang dihelat sejak Jumat (11/3/2021) hingga Minggu (13/3/2021).

BACA JUGA : Hadapi Erupsi Merapi, Sleman Dapat Rp1 Miliar dari BNPB

Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi dan SDA, BNPB Yolak Dalimunte mengatakan sebagian besar warga terdampak bencana alam, selain kehilangan harta benda juga pendapatan harian. BNPB berusaha memberikan pendampingan agar bisa meningkatkan perekonomian mereka.

“Warga terdampak bencana ini banyak di antara mereka yang mampu menghasilkan produk seperti UMKM. Potensi ini yang kami berusaha dampingi, bantu promosi agar meningkatkan perekonomian mereka,” kata dia dalam rilisnya Jumat (12/3/2021).

Meski pandemi Covid-19, BNPB tetap berupaya melakukan pemulihan dan peningkatan pascabencana untuk bidang social, ekonomi dan sumber daya alam. Ia menambahkan salah satu jalan yang dilakukan BNPB adalah membantu pemasaran produk kelompok terdampak bencana seperti menampilkan produk dalam pameran di berbagai daerah di Indonesia.

BACA JUGA : Hadapi Erupsi Merapi dalam Masa Pandemi, BNPB Gelar

Dalam pameran Gebyar Produk Unggulan Nusantara di JCM barang yang dipamerkan berasal dari UMKM hasil pemulihan ekonomi kelompok masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia. Terdiri atas produk jahe instan, kopi robusta tunggaksemi, keripik pelepah pisang, olahan jamur, produk susu sapi dari Sleman, kopi baratas dari Banjarnegara, kain lurik dari Sukoharjo, tepung mocaf dari Sumedang dan lainnya.

“Rencananya kegiatan promosi produk hasil pendampingan kelompok masyarakat terdampak bencana akan dilaksanakan di beberapa kota lainnya. Melalui kegiatan pameran ini, UMKM hasil pemulihan ekonomi dari daerah pascabencana diharapkan akan semakin terbuka akses pemasarannya dan perekonomian menjadi semakin pulih,” katanya.

Yolak Dalimunte menyatakan BNPB juga menggandeng tujuh perguruan tinggi untuk diajak bekerja sama melakukan layanan pendampingan pemulihan dan peningkatan sosial, ekonomi dan SDA pascabencana.

BACA JUGA : Bencana Terus Meningkat, BNPB Catat 236 Peristiwa Hingga

“Dampak langsung bencana alam terhadap sektor ekonomi adalah hilangnya sumber pendapatan ekonomi dikarenakan rusaknya fasilitas, alat, bahan dan market produksi. Kami libatkan perguruan tinggi untuk membantu,” katanya.