Wamenkes Sebut Masyarakat Lelah dengan Protokol Kesehatan Covid-19

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono / Youtube Setpres
09 Maret 2021 11:37 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menyoroti bahwa ada gejala kelelahan di tengah masyarakat akan penerapan protokol kesehatan pada saat belum ada penurunan signifikan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 Dante mengungkapkan, pertumbuhan kasus Covid-19 meningkat secara eksponensial dalam satu tahun ke belakang. Hal ini terutama terlihat ketika masuk masa libur panjang. Kendati jumlah kasus aktif sudah turun menjadi 145.000 orang, tetapi angka itu jauh lebih tinggi dibanding pada Oktober yang masih 50.000.

BACA JUGA : Dua Kasus Mutasi Corona B117 Muncul di Indonesia

“Masyarakat sudah mulai lelah, sehingga kepatuhan untuk menjalankan 3M di beberapa tempat menjadi kendur dan menjadi longgar sehingga kita lihat masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan protokol kesehatan yang semestinya,” ungkapnya pada Selasa (9/3/2021).

Padahal, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan menjadi bagian penting untuk menekan kasus positif.

Tak hanya masyarakat yang diwajibkan menerapkan 3M, pemerintah juga bertanggung jawab untuk memperbaiki dan meningkatkan 3T (testing, tracing, treatment).

Dengan meningkatkan 3T, Wamenkes meyakini kasus Covid-19 akan meningkat karena adanya pemerataan laboratorium yang semakin banyak. Saat ini, sudah ada 637 laboratorium yang dapat melakukan konfirmasi kasus positif dengan PCR test.

BACA JUGA : Mutan Virus Corona Inggris Terdeteksi di Indonesia

“Kita tidak bisa menghindari bahwa peningkatan kasus ini terjadi secara kumulatif dibarengi dengan peningkatan laboratorium yang menjadi aktif. Harus kita lihat adalah flattening the curve [meratakan kurva],” ungkapnya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 per Senin (8/3/2021), total kasus Covid-19 secara kumulatif di Indonesia mencapai 1.386.556 dan 37.547 orang telah meninggal. Sebanyak 1.203.381 orang sudah sembuh.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia