NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Foto ilustrasi. /ANTARA-Wahdi Septiawan
Harianjogja.com, KARANGANYAR– Fenomena hujan es tak hanya mengguyur kawasan lereng Gunung Merapi di Sleman, tetapi juga terjadi di Karanganyar, Jawa Tengah pada Selasa (23/2021) sore.
Warga yang tinggal di Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menyaksikan fenomena alam hujan es pada Selasa (2/3/2021) sekitar pukul 15.30 WIB.
Informasi yang dihimpun Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, dari berbagai sumber, sejumlah wilayah di Kabupaten Karanganyar diguyur hujan mulai siang hari. Contohnya di Kecamatan Tawangmangu, hujan mulai turun sekitar pukul 14.00 WIB. Tidak terkecuali kawasan Tawangmangu. Hujan ternyata juga turun di wilayah lereng Gunung Lawu itu.
Ternyata, tidak hanya air hujan yang turun di Tawangmangu. Hujan di Kelurahan Blumbang, Tawangmangu diduga disertai buliran es. Warga Blumbang, Parnoto, menyampaikan informasi tersebut.
BACA JUGA: Sleman Kembali Dilanda Hujan Es, Begini Penjelasan BMKG
"Tadi sore pas hujan, sekitar pukul 15.30 WIB itu hujan turun. Di Blumbang [rumah saya] itu ada es jatuh bersamaan dengan hujan itu," kata Parnoto saat dihubungi Solopos.com, Selasa (2/3/2021).
Hujan Es Tawangmangu
Selain Blumbang, sukarelawan di Tawangmangu itu juga menceritakan bahwa wilayah perbatasan Kelurahan Blumbang dan Desa Gondosuli juga diguyur hujan es.
"Daerah Ngroto, itu perbatasan antara Blumbang dan Gondosuli. Tapi cuma sebentar [hujan es]," ungkap dia.
Saat ditanya berapa lama hujan es itu turun, Parnoto menyebut hujan es hanya berlangsung sekitar dua menit. Tetapi air hujan mengguyur kawasan tersebut sekitar 15 menit.
"Cuma sebentar lalu [es] hilang. Ndang tletok, tletok, tletok, langsung hilang. Enggak ada lima menit. Hanya dua menit saja [hujan es]," jelas dia.
Hujan Deras
Parnoto menceritakan selain hujan disertai es, kawasan Tawangmangu juga diguyur derasnya hujan pada Selasa sore yang juga disertai angin.
"Ya baru sekali ini hujan es. Sebelumnya tidak pernah. Suasana dingin juga biasa. Enggak yang dingin banget," ungkapnya.
Parnoto menyampaikan tidak ada bagian rumahnya yang mengalami kerusakan akibat hujan disertai es. Solopos.com menerima video tentang hujan disertai es yang terjadi di Blumbang. Ukuran es tersebut sebesar biji kacang-kacangan.
Dihubungi secara terpisah, Camat Tawangmangu, Rusdiyanto, membenarkan informasi tersebut. Dia mengecek informasi itu kepada sejumlah warga di Kelurahan Blumbang.
"Iya betul memang hujan disertai es tadi sore jam 15.30 WIB. Ukurannya enggak besar. Hanya sebesar biji kacang itu. Tetapi hujan enggak lama hanya sekitar 15 menit. Tidak ada laporan kerusakan akibat hujan disertai es itu," ujar Rusdiyanto saat dihubungi Solopos.com, Selasa.
Rusdiyanto menyampaikan hujan di wilayah Tawangmangu tidak merata. Dia mencontohkan hujan turun lebih dulu di Tawangmangu sebelah utara, seperti daerah Tengklik. Intensitas hujan di sekitar kantor Kecamatan Tawangmangu di Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu tidak deras.
BACA JUGA: Data Kasus Covid-19 Sepekan: Kematian Naik Drastis, Kesembuhan Turun
"Hujan tidak merata ya. Tawangmangu bagian bawah itu ora patio deres. Tapi situasi gelap karena mendung hitam. Bawah tidak ada apa-apa. Yang hujan deras sepertinya hanya Blumbang. Hujan mulai asar sekitar jam 15.15 WIB," ungkapnya.
Rusdiyanto mengaku belum menerima laporan dari masyarakat perihal kondisi desa/kelurahan lain di Tawangmangu. Dia tidak bisa memastikan mengapa wilayah Blumbang, Tawangmangu diguyur hujan disertai es.
"Saya kurang tahu mengapa demikian. Tetapi memang Blumbang itu salah satu wilayah tinggi di Kecamatan Tawangmangu. [Blumbang] ada di bawah Gondosuli. Dan kalau suhu di kantor kecamatan [Kalisoro] 15 derajat Celsius, di Blumbang bisa 10 derajat Celsius."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Suzuki menegaskan belum akan mengubah Jimny menjadi mobil listrik. Karakter off-road dan mesin bensin dinilai menjadi identitas utama SUV ikonik tersebut.
Meta dikabarkan segera meluncurkan Hatch, platform agen AI konsumen yang dipersiapkan untuk bersaing dengan OpenAI dan Anthropic. Simak fitur dan strateginya.
Timnas Voli Putri Indonesia hadapi Iran di perempat final AVC 2026. Indonesia unggul 3-2 dari 5 pertemuan terakhir. Kemenangan di Juni 2026 jadi modal berharga.
Cara menyimpan video Instagram tanpa aplikasi tambahan bisa dilakukan lewat fitur bawaan maupun browser. Simak langkah mudah dan aman berikut ini.
Biaya perpanjangan izin tinggal di Jepang naik drastis mulai Oktober 2026. Izin tinggal tetap melonjak 1.900% jadi 200.000 yen. Simak daftar lengkapnya.