Advertisement
Tak Hanya Sleman, Tawangmangu Juga Diguyur Hujan Es
Foto ilustrasi. - ANTARA/Wahdi Septiawan
Advertisement
Harianjogja.com, KARANGANYAR– Fenomena hujan es tak hanya mengguyur kawasan lereng Gunung Merapi di Sleman, tetapi juga terjadi di Karanganyar, Jawa Tengah pada Selasa (23/2021) sore.
Warga yang tinggal di Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menyaksikan fenomena alam hujan es pada Selasa (2/3/2021) sekitar pukul 15.30 WIB.
Advertisement
Informasi yang dihimpun Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, dari berbagai sumber, sejumlah wilayah di Kabupaten Karanganyar diguyur hujan mulai siang hari. Contohnya di Kecamatan Tawangmangu, hujan mulai turun sekitar pukul 14.00 WIB. Tidak terkecuali kawasan Tawangmangu. Hujan ternyata juga turun di wilayah lereng Gunung Lawu itu.
Ternyata, tidak hanya air hujan yang turun di Tawangmangu. Hujan di Kelurahan Blumbang, Tawangmangu diduga disertai buliran es. Warga Blumbang, Parnoto, menyampaikan informasi tersebut.
BACA JUGA: Sleman Kembali Dilanda Hujan Es, Begini Penjelasan BMKG
"Tadi sore pas hujan, sekitar pukul 15.30 WIB itu hujan turun. Di Blumbang [rumah saya] itu ada es jatuh bersamaan dengan hujan itu," kata Parnoto saat dihubungi Solopos.com, Selasa (2/3/2021).
Hujan Es Tawangmangu
Selain Blumbang, sukarelawan di Tawangmangu itu juga menceritakan bahwa wilayah perbatasan Kelurahan Blumbang dan Desa Gondosuli juga diguyur hujan es.
"Daerah Ngroto, itu perbatasan antara Blumbang dan Gondosuli. Tapi cuma sebentar [hujan es]," ungkap dia.
Saat ditanya berapa lama hujan es itu turun, Parnoto menyebut hujan es hanya berlangsung sekitar dua menit. Tetapi air hujan mengguyur kawasan tersebut sekitar 15 menit.
"Cuma sebentar lalu [es] hilang. Ndang tletok, tletok, tletok, langsung hilang. Enggak ada lima menit. Hanya dua menit saja [hujan es]," jelas dia.
Hujan Deras
Parnoto menceritakan selain hujan disertai es, kawasan Tawangmangu juga diguyur derasnya hujan pada Selasa sore yang juga disertai angin.
"Ya baru sekali ini hujan es. Sebelumnya tidak pernah. Suasana dingin juga biasa. Enggak yang dingin banget," ungkapnya.
Parnoto menyampaikan tidak ada bagian rumahnya yang mengalami kerusakan akibat hujan disertai es. Solopos.com menerima video tentang hujan disertai es yang terjadi di Blumbang. Ukuran es tersebut sebesar biji kacang-kacangan.
Dihubungi secara terpisah, Camat Tawangmangu, Rusdiyanto, membenarkan informasi tersebut. Dia mengecek informasi itu kepada sejumlah warga di Kelurahan Blumbang.
"Iya betul memang hujan disertai es tadi sore jam 15.30 WIB. Ukurannya enggak besar. Hanya sebesar biji kacang itu. Tetapi hujan enggak lama hanya sekitar 15 menit. Tidak ada laporan kerusakan akibat hujan disertai es itu," ujar Rusdiyanto saat dihubungi Solopos.com, Selasa.
Rusdiyanto menyampaikan hujan di wilayah Tawangmangu tidak merata. Dia mencontohkan hujan turun lebih dulu di Tawangmangu sebelah utara, seperti daerah Tengklik. Intensitas hujan di sekitar kantor Kecamatan Tawangmangu di Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu tidak deras.
BACA JUGA: Data Kasus Covid-19 Sepekan: Kematian Naik Drastis, Kesembuhan Turun
"Hujan tidak merata ya. Tawangmangu bagian bawah itu ora patio deres. Tapi situasi gelap karena mendung hitam. Bawah tidak ada apa-apa. Yang hujan deras sepertinya hanya Blumbang. Hujan mulai asar sekitar jam 15.15 WIB," ungkapnya.
Rusdiyanto mengaku belum menerima laporan dari masyarakat perihal kondisi desa/kelurahan lain di Tawangmangu. Dia tidak bisa memastikan mengapa wilayah Blumbang, Tawangmangu diguyur hujan disertai es.
"Saya kurang tahu mengapa demikian. Tetapi memang Blumbang itu salah satu wilayah tinggi di Kecamatan Tawangmangu. [Blumbang] ada di bawah Gondosuli. Dan kalau suhu di kantor kecamatan [Kalisoro] 15 derajat Celsius, di Blumbang bisa 10 derajat Celsius."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Advertisement
Suara Ibu Indonesia Desak Negara Lindungi Aktivis dari Teror Air Keras
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Grebeg Syawal Kraton Jogja Tahun Ini Tanpa Kirab Gajah, Ini Alasannya
- SDN Kasihan Bantul Gelar Pesantren Kilat dan Bagikan Takjil
- Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Polri Diminta Usut Tuntas
- Podcast DPRD DIY Bahas Gotong Royong dan Kemandirian Ekonomi
- Buruh Rokok DIY Tolak Rencana Pemangkasan BLT Dana Bagi Hasil Cukai
- Obesitas Anak Terus Meningkat Secara Global, Ini Penjelasannya
- HUT ke-271 DIY, Ketua Komisi A DPRD DIY Dorong Pengentasan Kemiskinan
Advertisement
Advertisement







