Setelah Razia PSK, Gibran Akan Sikat Prostitusi Online di Solo

Ilustrasi petugas menggiring tersangka muncikari berinisial W usai menjalani pemeriksaan di Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur saat rilis perkembangan kasus prostitusi daring di Surabaya, Jawa Timur, Senin (21/1/2019). - Antara/Moch Asim
01 Maret 2021 14:37 WIB Ichsan Kholif Rahman News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berencana membenahi masalah sosial di Kota Solo.

Gibran telah memerintahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama Polresta Solo untuK segera merazia prostitusi online yang masif di media sosial. 

Hal itu menindaklanjuti informasi masyarakat usai razia gabungan penyakit masyatakat (pekat) di Kestalan dan Gilingan.

“Kemarin operasi pekat bersama Polresta Solo kan baru pertama kali. Lalu banyak masukan di twitter sama michat lebih banyak, akan kami telusuri dan trace satu per satu,” papar Gibran, Senin (1/3/2021).

Sementara itu, Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan Polresta Solo sudah menurunkan tim siber untuk menyelidiki pratik prostitusi online

“Penyelidikan sudah kami lakukan untuk menindaklanjuti aduan yang dimaksud. Segera kami rilis perkembangannya. Kami dan Wali Kota Solo dalam satu frekuensi dan cara berpikir sama mewujudkan Solo Bebas Pekat,”papar Kapolresta.

Dia menambahkan Solo Bebas Pekat berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai pijakan kuat dalam pembangunan Kota Solo.

Sebelumnya, Jajaran Polresta Solo dan Pemkot Solo menggelar dua razia berskala besar yakni razia knalpot brong dan razia penyakit masyarakat (pekat) pada Sabtu (27/2/2021) malam. Hasilnya 30 pengguna knalpot brong ditilang dan 36 pekerja seks komersial (PSK) diamankan patroli gabungan.

Sumber : JIBI/Solopos