Hattrick Hakimi Bawa PSG Menang 5-1 atas Le Havre
Achraf Hakimi mencetak hattrick saat PSG menang 5-1 atas Le Havre. Kemenangan itu mengokohkan posisi Les Parisiens di puncak klasemen.
Pemantauan penerima BSPS di Dusun Kalidadap I, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Jumat (19/2/2021). /Ist.
Harianjogja.com, BANTUL—Masih ada ribuan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah DIY yang butuh perhatian seperti melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang digulirkan Kementerian PUPR. Bantuan tersebut harus tepat sasaran agar jumlah RTLH di DIY bisa terus diminimalisasi.
Anggota Fraksi PKB DPR RI Sukamto mengaku terus berupaya melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kondisi penerima dan pemohon BSPS tepat sasaran. Salah satunya melakukan pemantauan di Dusun Kalidadap I, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Jumat sore (19/2/2021).
BACA JUGA : Dana Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Jogja
Ia menemukan adanya rumah yang tidak lolos ternyata sebenarnya layak menerima BSPS. Mengingat kondisinya masih sederhana seperti menggunakan anyaman bambu, tidak memiliki jendela, lantai tanah serta fasilitas dapur dan MCK kurang layak.
“Kami melakukan pemantauan untuk memastikan BSPS ini tepat sasaran, warga penerima diberikan sesuai haknya. Rumah yang mendapatkan bantuan ini memang butuh untuk diperbaiki. Rumah yang ditolak mendapatkan bantuan juga ada masih kurang layak huni,” katanya dalam rilisnya.
Pada tahun ini pihaknya mengajukan 25 KK yang butuh untuk dilakukan perbaikan rumahnya melalui BSPS. Namun hanya lima KK saja yang lolos. Selain itu ada 9 rumah yang sebelumnya telah menerima bantuan pada periode sebelumnya. Adapun jumlah nominal BSPS setiap KK penerima mendapatkan bantuan Rp20 juta.
"Bantuan harus diberikan pada yang paling membutuhkan harus jadi prioritas, sehingga semua yang layak mendapatkan ini bantuan harus diperjuangkan," ujarnya.
BACA JUGA : 397 Rumah Penerima Program BSPS di Sleman Selesai
Salah satu calon penerima BSPS Riyanto mengapresiasi telah diperjuangkan untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah. Secara fisik, rumah yang ia huni belum diplester dan tidak memiliki jendela. Selain itu untuk MCK juga tergolong kurang layak.
“Kami apresiasi dengan bantuan ini, kebetulan rumah saya ukuran ukuran 6 meter × 10 meter ini saya tinggali dua KK bersama anak,” kata warga RT 01 Kalidadap I Imogiri ini.Anggota DPR RI Survei 5 Rumah BSPS
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Achraf Hakimi mencetak hattrick saat PSG menang 5-1 atas Le Havre. Kemenangan itu mengokohkan posisi Les Parisiens di puncak klasemen.
Jasad perempuan ditemukan di sungai kawasan Air Terjun Suwono Indah Park Ngawi. Polisi meminta warga yang kehilangan keluarga melapor.
PSIM Jogja meraih kemenangan perdana di Super League 2026/2027 setelah comeback dan mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-1.
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.
DPRD Sleman menyoroti pentingnya evaluasi berkala, pemutakhiran data keluarga berisiko, dan koordinasi lintas sektor untuk menekan stunting.
Komnas HAM meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga trauma akibat penggeledahan ponpes di Sukoharjo.