Jokowi Wacanakan Revisi UU ITE, Rocky Gerung: Percuma kalau Tidak Ada Langkah

Presiden Joko Widodo pada acara peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk. di Istana Negara, Jakarta, Senin 1 Februari 2021 / Youtube Setpres
17 Februari 2021 20:57 WIB Ika Fatma Ramadhansari News Share :

Hariajogja.com, JAKARTA -- Pengamat politik dan filusuf Rocky Gerung menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak serius dengan ucapannya terkait revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Jadi percuma presiden ucapkan itu, kalau enggak ada langkah," ungkap Rocky dalam unggahan YouTube yang dikutip, Rabu (17/2/2021).

Pada unggahan YouTube Rocky Gerung Official yang berjudul "Rencana Revisi UU ITE Hanya Test Ombak dan Angin Sorga!" yang diunggah Selasa (16/2/2021), pria berkacamata ini menyampaikan kesinisannya terhadap ucapan presiden.

Menurutnya, Jaksa Agung seharusnya bergerak merespon isi pidato presiden yang mengungkapkan bahwa diperlukannya revisi UU ITE karena menimbulkan rasa ketidakadilan.

Jika Jaksa Agung mengerti bahwa presiden serius dengan ucapannya, kata dia, seharusnya Jokowi langsung menggunakan hak eksklusif dengan mendeponir UU ITE.

Dia menilai Pemerintahan Jokowi sudah sepatutnya merespon dengan berlakunya retroaktif UU ITE. Caranya dengan menghentikan penahanan orang-orang yang terlibat pada UU ITE. Namun, kata dia, langkah tersebut tidak dilakukan hingga saat ini.

"Ada enggak Jaksa Agung atau pihak-pihak kekuasaan, Menko Polhukam langsung mengaktifkan akalnya untuk melayani permintaan presiden, itu soalnya kan?," tanya Rocky.

Lebih jauh, Rocky berpendapat pernyataan Jokowi yang ingin merevisi UU ITE ini bentuk ketidakpahaman presiden terhadap demokrasi. Menurutnya, saat ini masalahnya bukan sekedar pada UU ITE, melainkan pada aturan kebebasan.

Sumber : Bisnis.com