Kwik Kian Gie Takut Kritik Pemerintah, Refly Haru Sebut Masalah Besar

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun. - Youtube Channel Refly Harun
11 Februari 2021 21:27 WIB Ika Fatma Ramadhansari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pakar hukum tata negara Refly Harun ikut berkomentar mengenai Kwik Kian Gie yang menyampaikan rasa takut dalam hal mengkritik pemerintah. Menurutnya hal ini adalah masalah besar. 

Refly melanjutkan bahwa hal terpenting untuk memberikan ketenangan dalam hal menyampaikan aspirasi adalah adanya jaminan tidak ada kriminalisasi.

Pernyataan tersebut diutarakan Refly melalui siaran langsung video YouTube-nya berjudul "Istana Jawab Kwik Kian Gie" pada Rabu (10/2/2021).

Pernyataan ini disampaikan Refly menanggapi pernyataan Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman yang merespons pernyataan ekonom senior Kwik Kian Gie yang mengungkapkan takut mengkritik pemerintahan saat ini.

"Yang penting satu saja jangan mengkriminalkan atau tiba-tiba ujug-ujug mengadukan kepada polisi," ungkap Refly dikutip pada Kamis (11/2/2021).

Refly menjelaskan bahwa polisi adalah alat negara. Apabila penguasa misalnya presiden berkenan melakukan proses hukuk terhadap suatu kritik, maka polisi tentu akan membawanya ke ranah hukum.

"Jadi di situlah sebenarnya masalahnya tidak ada keseimbangan antara state dan civil society kalau menggunakan tangan kekuasaan untuk menyelesaikan masalah," ungkap Refly.

Melalui video ini, pakar hukum ini pun kemudian membahas pernyataan Fadjroel yang mengungkapkan masyarakat patut belajar kepada jurnalis saat menyampaikan kritikan yang berdasarkan akurasi dan verifikasi.

Dalam hal itu, Refly tidak setuju. Dia membagi dua jenis kritik, yakni yang bersifat analisis dan opini. 

Meskipun opini belum tentu benar, perspektif dari seseorang akan memperkaya pengetahuan pengambil keputusan. 

Seperti diberitakan sebelumnya, ekonom senior Kwik Kian Gie pun sempat mengungkapkan bahwa dirinya belum pernah merasa setakut ini mengemukakan pendapat yang berbeda dengan maksud yang baik.

"Saya belum pernah setakut saat ini mengemukakan pendapat yang berbeda dengan maksud baik memberikan alternatif. Langsung saja di-buzzer habis2an, masalah pribadi diodal-adil. Zaman Pak Harto saya diberi kolom sangat longgar oleh Kompas. Kritik2 tajam. tidak sekalipun ada masalah," tulisnya dengan akun @kiangiekwik.

Sumber : Bisnis.com