Apakah Tes Antigen Positif Perlu Swab PCR? Ini Penjelasannya

Tes Antigen bertarif Rp105.000 dapat dilakukan di 29 stasiun kereta api. - KAI
05 Februari 2021 22:47 WIB Desyinta Nuraini News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Masyarakat masih banyak bingung ketika dinyatakan positif melalui swab antigen. Tak sedikit yang bertanya apakah mereka perlu melakukan swab PCR sebagai langkah berikutnya.

Dokter umum kandidat PhD bidang Medical Science di Kobe University Adam Prabata menerangkan ada beberapa kondisi mereka yang dinyatakan positif melalui tes antigen tidak perlu melakukan tes swab.

Antara lain, suspek Covid-19, probable Covid-19, dan tidak bergejala namun ada kontak erat dengan pasien konfirmasi atau probable Covid-19. "Bila termasuk ke dalam salah satu dari kriteria tersebut langsung dianggap sebagai pasien Covid-19," ujar Adam dalam akun Instagram pribadinya, dikutip JIBI, Jumat (5/2/2021).

Mereka dengan kategori ini disarankan segera melakukan isolasi mandiri dan melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara itu, jika bukan suspek Covid-19, probable Covid-19, dan tidak ada kontak erat dengan pasien konfirmasi atau probable Covid-19, mereka dianjurkan untuk segera isolasi mandiri, melapor ke fasilitas kesehatan, dan melakukan pemeriksaan PCR untuk mengonfirmasi hasil tes antigen positif.

"Usahakan selalu konsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat setelah mendapatkan hasil tes antigen positif untuk tindakan selanjutnya," tutur Adam.

Menjelaskan kembali menenai antigen, tes ini hanya mengecek protein virus berbeda dengan PCR yang memeriksa ada tidaknya materi genetik virus.

Tes antigen memiliki sensitivitas 0-94 persen dan spesifisitas lebihdari 97%. Berisiko tinggi negatif palsu, terutama bila viral load rendah atau sebelum 1-3 hari pragejala dan sudah lebih dari 7 hari gejala muncul.

Tes antigen kata Adam mungkin menunjukkan hasil negatif meskipun pasien masih dapat menularkan Covid-19.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia