Advertisement
Ratusan Jemaah Umrah Asal Indonesia Masih di Mekah, 75 Positif Covid-19
Umat muslim memakai masker pelindung, menyusul penularan virus corona baru, saat mereka beribadah di Ka'bah di Mesjid Raya, kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebanyak 589 jemaah umrah asal Indonesia yang masih berada di Mekah pasca pengumuman kebijakan larangan masuk dari 20 negara yang ditetapkan oleh Arab Saudi pada Rabu kemarin.
Konsulat Jenderal Jeddah Eko Hartono mengatakan dari 589 WNI, sebanyak 75 orang positif Covid-19 dan harus menjalani karantina. “Terkait dengan keputusan Saudi tersebut jemaah diminta meneruskan ibadah umrahnya. Dan segera setelah itu akan kita bantu koordinasikan pihak penerbangan agar bisa kembali ke Tanah Air,” ujarnya dalam video singkat yang diunggah oleh akun resmi KJRI Jeddah, Rabu (3/2/2021).
Advertisement
BACA JUGA : Calon Jemaah Umrah Asal Sleman yang Gagal Berangkat
Eko mengingatkan, bagi WNI yang akan kembali ke Tanah Air dan sudah membeli tiket, diharapkan segera menghubungi maskapai penerbangan untuk memastikan tetap beroperasinya penerbangan pada saat kepulangan nanti.
Jemaah umrah yang masih ada di Tanah Suci perlu menghubungi penyelenggara travel sebelum kepulangan.
Sepanjang 1 Januari - 1 Februari 2021, jemaah umrah dari Indonesia yang telah datang ke Arab Saudi mencapai 1.422 orang dan 833 orang jemaah telah kembali ke Tanah Air.
“Kami mohon agar tetap tenang. Mohon agar terus memantau kebijakan Saudi dari sumber yang bisa dipercaya. Kita harus tetap menghormati keputusan Arab Saudi terkait kebijakan tersebut,” ungkapnya.
Saat ini, KJRI Jeddah terus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak seperti Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, otoritas penerbangan sipil, termasuk penyelenggara perjalanan umrah untuk memastikan kepulangan jemaah umrah Indonesia berjalan lancar.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan pelarangan sementara untuk masuk ke wilayah Kerajaan bagi warga negara dari 20 negara.
BACA JUGA : Ikut Sharing Komunikasi dan Motivasi, Prajurit Kodam IV
Pengumuman tersebut berlaku efektif mulai tanggal 3 Februari 2021 pukul 21.00 waktu setempat sampai waktu yang belum ditentukan.
Negara-negara yang dimaksud adalah Argentina, Unie Emirat Arab, Amerika Serikat, Brazil, Jerman, Inggris, Indonesia, Jepang, Italia, Pakistan, Irlandia, Portugal, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Perancis, Lebanon, Mesir, dan India.
Pemerintah Saudi tidak menyebutkan alasan resmi terkait kebijakan tersebut, tetapi mereka menegaskan bahwa kebijakan diambil untuk mencegah penyebaran virus di wilayah Arab Saudi.
Menteri Kesehatan Arab Saudi telah memberikan indikasi adanya pengetatan kebijakan di Saudi setelah adanya peningkatan kasus Covid-19. Per 3 Februari 2021, tercatat 310 kasus baru dan empat meninggal dunia. Adapun jumlah total kasus mencapai 368.369 dengan kematian 6.383 dan 360.110 sembuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
Advertisement
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY Selasa 10 Februari 2026
- Jadwal KA Bandara YIA Jogja Selasa 10 Februari 2026
- DPAD DIY Dorong Pola Pikir Rasional lewat Bedah Buku Anti Judol
- Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 10 Februari 2026
- Daftar Lengkap Jalur Trans Jogja dan Tarif Terbaru
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 10 Februari 2026 Lengkap
- PLN Gelar Perbaikan Jaringan, Listrik Padam di Wonosari hingga Sleman
Advertisement
Advertisement




