B50 Resmi Berlaku, Pemerintah Target Seluruh SPBU Jual Mulai Oktober
Bakom RI menyebut program B50 memperkuat ketahanan energi, mengurangi impor BBM, dan ditargetkan seluruh SPBU menjual B50 mulai Oktober 2026.
Pita merah simbol peringatan Hari AIDS./Antara
Harianjogja.com, WAMENA—Upaya penanganan penyakit menular di Papua Pegunungan kembali menjadi sorotan. Kementerian Kesehatan melalui Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) seluruh Indonesia mendorong penanganan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria dilakukan lebih serius guna mencegah korban jiwa sejak dini.
Anggota Badan Eksekutif Adinkes Kemenkes RI, Ferdinan J Laihad, menegaskan pengendalian tiga penyakit yang dikenal dengan istilah ATM itu harus dilaksanakan secara terstruktur dan terkoordinasi agar tetap terkendali di wilayah tersebut.
“Kami harap pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten dapat serius mendorong program penyakit ATM ini supaya adanya sinkronisasi antara program pemerintah pusat maupun daerah sehingga penyakit tersebut dapat tereliminasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Wamena, Sabtu.
Ia menekankan, penanganan penyakit ATM tidak bisa hanya mengandalkan dinas kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten. Peran lintas sektor, baik lembaga pemerintah, nonpemerintah, hingga masyarakat dinilai krusial untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.
“Dukungan lintas sektor lembaga pemerintah dan non-pemerintah serta masyarakat maka dapat mengendalikan penyakit ATM di wilayah Papua Pegunungan,” katanya.
Saat ini, fokus penanganan diarahkan pada enam kabupaten di Papua Pegunungan yang selama ini mendapat dukungan dari Global Fund, lembaga internasional yang bergerak dalam pemberantasan AIDS, TBC, dan malaria di dunia.
Enam wilayah prioritas tersebut meliputi Kabupaten Jayawijaya, Nduga, Yahukimo, Mamberamo Tengah, Yalimo, dan Pegunungan Bintang. Program yang berjalan di daerah tersebut diharapkan bisa menjadi model untuk diterapkan di wilayah lain di Indonesia.
“Inisiatif ini sebenarnya dapat dikembangkan dalam penanganan penyakit ATM di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sementara Global Fund saat ini lokus untuk perencanaan dan penanganan penyakit ini hanya enam kabupaten yang dimonitor,” ujarnya.
Ferdinan menambahkan, hingga kini tidak ada perubahan wilayah intervensi dalam penanganan penyakit ATM di Papua Pegunungan. Namun, pelaksanaan program di lapangan mengalami penyesuaian akibat faktor keamanan.
“Namun ada persoalan keamanan, sehingga caranya agak berubah untuk menghindari korban tak perlu, dengan menggabungkan penyelenggaraan di tempat tertentu, atas persetujuan Adinkes pusat,” katanya.
Ia berharap, upaya yang dilakukan dapat menekan penyebaran penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Papua Pegunungan agar lebih sehat dan sejahtera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bakom RI menyebut program B50 memperkuat ketahanan energi, mengurangi impor BBM, dan ditargetkan seluruh SPBU menjual B50 mulai Oktober 2026.
Mandatori B50 resmi diterapkan nasional. Kebijakan ini ditargetkan memperkuat swasembada energi, menghemat devisa, dan mengurangi impor solar.
Polres Bantul mengungkap dugaan peredaran Alprazolam di Kasihan setelah menerima laporan warga. Seorang pemuda diamankan bersama 24 tablet obat psikotropika.
Program BPBL 2026 menargetkan 225.000 rumah tangga prasejahtera mendapat sambungan listrik gratis beserta instalasi, token, dan daya 900 VA.
KPK mendalami dugaan pemberian uang Rp100 juta kepada Gus Miftah yang terungkap dalam persidangan dugaan korupsi DJKA Kementerian Perhubungan.
Presiden Prabowo menyebut mandatori biodiesel B50 mampu menghemat devisa Rp170 triliun per tahun sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.