Vaksinasi Covid-19 Kota Magelang Capai 89%

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
03 Februari 2021 04:37 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG - Program Vaksinasi Covid-19 di Kota Magelang telah mencapai 89,63 persen dan meraih penghargaan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai peringkat V peraih kinerja cakupan vaksinasi Covid-19 tahap I tingkat provinsi Jawa Tengah.

Penghargaan diumumkan secara virtual oleh Ganjar, di sela rapat koordinasi penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah, Senin (1/2/2021). Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina menghadiri acara tersebut di ruang Command Center Setda Kota Magelang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, Majid Rohmawanto menyebutkan berdasarkan data terakhir per 28 Januari 2021, Kota Magelang berhasil meraih angka capaian vaksinasi Covid-19 tahap I sebanyak 89,63 persen. Capaian ini menempatkan Kota Magelang pada peringkat ke-2 vaksinasi tingkat nasional.

Baca juga: DIY Tambah 226 Positif Covid-19, 271 Sembuh dan 6 Meninggal

"Vaksinasi yang diinstruksikan Gubernur Jateng 25-28 Januari 2921, kita dapat penghargaan dari Gubernur karena capaian partisipasi 75 persen dalam 3 hari. Kemudian capaian partisipasi selama 4 hari sebanyak 89,63 persen, jadi peringkat 2 se Indonesia," jelas Majid, Selasa (2/2/2021).

Pada tahap I ini, Kota Magelang mendapat 7.280 dosis vaksin dari Pemprov Jawa Tengah. Adapun pelaksanaanya telah dilakukan selama 4 hari, 25-28 Januri 2021.

Pada rentang waktu tersebut, sebanyak 2.754 orang dari 3.615 peserta vaksinasi dari sumber daya manusia kesehatan (SDMK) dan tokoh publik telah disuntik vaksin Covid-19. Namun, sebanyak 486 orang gagal divaksin dan 61 orang ditunda karena tidak lolos saat uji skrining.

Baca juga: PPKM Dijadwalkan Berakhir Pekan Ini, Bagaimana Sikap Investor Asing?

”Yang batal ada 486 orang dan tunda 61 orang. Yang batal itu artinya tidak lolos skrining secara tetap, karena pernah positif, punya kormobid. Sedangkan yang tunda ini karena baru demam, flu, tensi naik, dan faktor lainnya,” kata Majid.

Ia menjelaskan vaksinasi Covid-19 berbeda dengan imunisasi biasa. Seleksi atau tahapan pendataan dilakukan secara ketat, bahkan menggunakan aplikasi digital. Peserta harus mendaftarkan ke sistem. Ada 16 pertanyaan di dalam aplikasi itu, sehingga calon yang divaksin harus menjawab dengan penuh kejujuran.

Berdasarkan data Dinkes Kota Magelang, para penerima vaksinasi tahap pertama di Kota Magelang, rata-rata tidak mengalami Kejadian Ikutan PascaImunisasi (KIPI) yang berarti. Vaksinasi diharapkan dapat membentuk antibodi dari dalam tubuh sehingga penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

Skor epidemiologi Kota Magelang periode Minggu 56, 24-30 Januari 2021 adalah 2,16. Angka ini menunjukkan bahwa Kota Magelang masih berada di zona orange atau risiko sedang penularan Covid-19. Pemkot Magelang optimistis skor akan membaik karena selama pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tren kasus sebaran aktif Covid-19 cenderung menurun. (Nina Atmasari)