Indonesia dan Rusia Teken MoU Soal 5G, IoT Hingga Kebijakan Internet Inklusif
Indonesia dan Rusia menekan nota kesepahaman (MoU) untuk bekerja sama dalam pengembangan jaringan 5G, Internet of Things (IoT), tata kelola spektrum frekuensi r
aplikasi ini juga digunakan untuk memonitor pendatang dari luar negeri dan pos lintas batas. /pedulilindungi.id
Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dinilai perlu belajar dari China dalam pengembangan dan implementasi aplikasi pelacak Covid-19.
Ketua Bidang Industri Aplikasi Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) M. Tesar Sandikapura menilai pemerintah China cukup berhasil dalam mengimplementasikan aplikasi pelacak dan pemantau pergerakan Covid -19 saat wabah Covid-19 terjadi di Wuhan. Pemerintah China saat itu mewajibkan masyarakat di sana untuk mengunduh aplikasi. Bagi masyarakat yang ketahuan tidak mengunduh, dikenakan sanksi denda.
“Jadi ketika ada satu yang terinfeksi Covid-19, orang-orang yang berada di radius berapa meter dianggap sebagai suspect dan diberi notifikasi [lewat aplikasi] untuk melakukan tes atau isolasi mandiri,” kata Tesar kepada Bisnis.com, Selasa (2/2/2021).
Tesar menambahkan pemerintah Indonesia dapat mengadopsi sistem seperti di Wuhan, hanya saja, pemerintah perlu mempertegas posisinya dalam menangani Covid-19.
Menurutnya pemerintah setengah-setengah dalam memerangi Covid-19. Pemerintah tidak dapat memutuskan, apakah ingin memprioritaskan kesehatan atau ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Seandainya PeduliLindungi diwajibkan dan diimplementasikan secara tegas seperti di Wuhan, Tesar menilai seluruh masyarakat di Indonesia tidak bisa bergerak atau harus isolasi mandiri, karena masuk dalam radius orang yang diduga atau terinfeksi Covid-19.
“Katanya saat ini yang kena Covid-19 sudah 1:50, artinya seharusnya kita sudah tidak bisa bergerak. Di rumah semua, jadi ini dilematis. Jadi harus ditegaskan kembali fungsi PeduliLindungi untuk apa,” kata Tesar.
Dia menegaskan kehadiran aplikasi PeduliLindungi tidak akan bermanfaat besar seandainya pemerintah ternyata juga tidak peduli terhadap upaya memerangi Covid-19.
“Tidak berdampak [aplikasi PeduliLindungi] kecuali memang pemerintahnya peduli terhadap tujuan dari aplikasi ini [menekan penyebaran Covid-19]. Di Wuhan jelas tujuannya untuk itu,” kata Tesar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Indonesia dan Rusia menekan nota kesepahaman (MoU) untuk bekerja sama dalam pengembangan jaringan 5G, Internet of Things (IoT), tata kelola spektrum frekuensi r
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.