Keluarga Beckham Tanggung Kerugian Bisnis Akibat Pandemi

Harper Beckham (tengah) dipangku oleh David Beckham dalam sebuah acara peragaan busana - Reuters
24 Januari 2021 11:37 WIB Hadijah Alaydrus News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - David dan Victoria Beckham harus merogoh kocek hingga 21 juta poundsterling untuk menopang bisnisnya, mulai dari bisnis olahraga, fashion dan media sejak 2019.

Dikutip dari BBC, beban ini harus dipikul keluarga ini terlepas dari kerugian besar yang terus berlanjut di bisnis mode Beckham setelah penjualan memburuk selama pandemi.

Keuntungan David Beckham Ventures Limited (DBVL), perusahaan manajemen merek yang dimiliki oleh mantan pesepakbola dan istrinya, turun menjadi 3,5 juta poundsterling dari 11,3 juta poundsterling pada 2019.

BACA JUGA : David Beckham dan Victoria Terinfeksi Virus Corona Setelah

Ini sebagian karena uang yang dihabiskan untuk ekspansi dan sumbangan amal. Namun, pasangan selebritas itu masih membayar sendiri dividen 14,5 juta untuk mereka pada akhir 2019, dan mengambil jatah 7,1 juta poundsterling pada tahun 2020.

Seorang juru bicara perusahaan menghubungkan pembayaran tersebut dengan kinerja yang menguntungkan di DBVL, yang antara lain mengelola kemitraan strategis Beckham dengan Adidas dan wiski Haig Club.

Dia juga mencatat bahwa pendapatan perusahaan naik 600.000 poundsterling pada 2019 menjadi 16,2 juta poundsterling.

Namun, Victoria Beckham Holdings (VBHL), yang mengelola label fesyen mantan Spice Girl itu, bernasib jauh lebih buruk selama periode itu.

BACA JUGA : Cara Asyik Keluarga Beckham Mengarantina Diri di Rumah

Kerugian bisnis - yang juga didukung oleh mantan mitra bisnis Beckham Simon Fuller dan perusahaan ekuitas swasta NEO Investment Partners - melebar menjadi 16,6 juta poundsterling selama 2019, menyusul kerugian sebesar 12,5 juta poundsterling pada 2018.

VBHL menyalahkan biaya yang terkait dengan peluncuran bisnis Victoria Beckham Beauty, rangkaian kosmetik baru di mana grup tersebut memiliki 85% kepemilikan saham, sebagai sumber bebannya. VBHL mencatat total penjualan di seluruh bisnis hanya naik 7 persen pada 2019.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia